Kembangkan Layanan E-Payment, Salim Group Akuisisi Bank Ina

Bank Ina - moneter.co.id

JAKARTA – Salah satu konglomerat terbesar di Indonesia, Salim Group, kembali masuk ke sektor dengan mengakuisisi 51 persen Ina Perdana dengan yang diperkirakan mencapai 42 juta AS atau setara Rp570 miliar, demikian bunyi yang ditulis oleh . Akuisisi ini dilakukan sebagai upaya kelompok tersebut memperkuat e-payment untuk online-nya.

Sebelumnya, Salim Group mengambil alih Bank Central Asia pada tahun 1970-an dan mengembangkannya sebagai lembaga pemberi pinjaman swasta terbesar di Tanah Air karena didukung oleh kebijakan deregulasi di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Namun, setelah kepemilikan BCA dipindahkan ke pemerintah selepas krisis moneter di tahun 1998, grup tersebut mengalihkan fokus ke operasi yang lain, seperti bidang ritel, otomotif, telekomunikasi, dan infrastruktur.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan smartphone yang pesat telah menciptakan gelombang baru permintaan untuk layanan seperti pembayaran elektronik dan pinjaman peer-to-peer. Salim Group pun memutuskan untuk mengoperasikan bank sendiri karena sangat penting untuk menjalankan bisnis digital end-to-end. “Masuk akal bagi kami untuk kembali fokus ke perbankan karena transaksi yang dilakukan bank saat ini cukup besar,” ujar salah seorang eksekutif grup tersebut kepada Nikkei.

Menurut rencana, Salim Group akan mengeluarkan produk pembayaran elektronik yang bisa digunakan di jaringan toko retail, seperti salah satu perusahaan yang terhubung dengan Indomaret. Produk tersebut nantinya akan dikoneksikan dengan perbankan. “Keuntungannya, kami dapat penjualan, karena yang pakai non-cash, jadi bisa membeli. Jadi, produk bisa tersalurkan,” kata pimpinan Salim Group, Anthoni Salim.

Kelompok ini juga mengamati transfer uang antar-pengguna dan pinjaman dengan menggunakan toko Indomaret sebagai cabang bank. Edy Kuntardjo, Presiden Bank Ina, mengatakan bahwa bank tersebut mengharapkan untuk menyediakan beberapa layanan ini pada tahun 2018 mendatang. Bank Ina sendiri saat ini sedang membenahi sistem core banking dengan tujuan memperbaiki transaksi pengolahan yang dilakukan di toko Indomaret.

Meski menjadi pemegang saham terbesar, tetapi Salim Group belum menjadi saham pengendali. Hal ini karena saat ini pemegang saham pengendali masih dipegang oleh Philadel Terra Lestari. Saat ini, menurut Edy, Salim Group masih menunggu izin OJK terkait dengan pemegang saham pengendali ini. Nantinya, dengan masuknya Salim Group sebagai pemegang saham mayoritas ini, akan lebih memudahkan sinergi usaha.

Loading...