Kembali ke Zona Hijau, Kurs Rupiah Dibuka Menguat 17 Poin

rupiah - katadata.co.idrupiah - katadata.co.id

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (17/1) dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 13.321 per . Kemarin, Selasa (16/1) Garuda ditutup terdepresiasi 0,05 persen atau 6 poin ke level Rp 13.338 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.319 hingga Rp 13.340 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau melemah terhadap sebagian besar mata uang utama. Di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah 0,62 persen menjadi 90,410. Pelemahan the ini dipicu oleh spekulasi para investor terkait Bank Sentral Eropa () yang bersiap untuk mengurangi program stimulus moneter.

Risalah pertemuan ECB pada Desember 2017 menunjukkan bahwa bank sentral bisa beralih dari upaya kebijakan moneter yang sangat longgar pada tahun ini. Peninjauan kembali kebijakan moneter bisa terjadi apabila di zona euro terus mengalami perkembangan yang signifikan dan apabila terus meningkat sesuai dengan target ECB sebesar 2 persen.

Rupiah sendiri kemarin sempat tergelincir karena data Desember 2017 yang dilaporkan lebih rendah dari pencapaian sebelumnya. Pada Senin (15/1) lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Desember 2017 mencapai USD 14,79 miliar, turun 3,45 persen dari bulan November 2017, akan tetapi naik 6,93 persen secara year on year (YoY). Sementara itu, nilai impor mencapai USD 15,06 miliar, turun 0,29 persen dari bulan November 2017, namun meningkat 17,83 persen YoY.

Menurut Lukman Leong, Research & Analyst Valbury Futures rilis data tersebut sempat menahan laju rupiah karena menunjukkan posisi defisit bulan. Terutama karena minimnya rilis internal yang bisa menopang gerak rupiah secara signifikan. “Tapi tidak hanya rupiah, sentimen untuk dollar juga sedang minim. Setelah kenaikan Fed Fund Rate kemarin, belum ada suatu hal yang luar biasa sehingga dollar belum pick up,” beber Lukman, seperti dilansir Kontan.

Loading...