Kekhawatiran Inflasi Meningkat, Indeks Sentimen Ekonomi Indonesia Turun 71,8

Thailand's economic sentiment index - asia.nikkei.com

Dalam FTCR Asean Economic Sentiment Index kuartal kedua tahun 2017, risiko di dan kekhawatiran inflasi di turut dianggap menjadi salah satu penyebab nilai indeks untuk -negara di (ASEAN) mengalami penurunan. Berdasarkan survei FTCR, indeks sentimen Asean turun menjadi 59,3 pada kuartal kedua dibanding angka 61,9 dari kuartal pertama.

Sebagai informasi, FT Confidential Research (FTCR) adalah independen dari Financial Times yang memberikan analisis mendalam dan wawasan statistik ke China dan Asia Tenggara. Tim peneliti dalam lembaga ini menggabungkan temuannya dari survei paten dengan di lapangan untuk memberikan analisis prediktif bagi para investor.

Kekhawatiran dan penurunan kepercayaan di Filipina membuat keuntungan kecil yang diraih oleh Malaysia dan Vietnam menjadi tak terlihat, sehingga prospek ekonomi keseluruhan di wilayah Asia Tenggara selama 6 bulan mendatang dinilai kurang cerah dibanding awal tahun ini, demikian seperti dilaporkan Nikkei.

Sub indeks sentimen ekonomi untuk Indonesia dilaporkan turun dari 76,3 menjadi 71,8 pada kuartal kedua 2017. Angka tersebut menunjukkan penurunan yang cukup signifikan meskipun indeks masih mencerminkan kepercayaan yang tinggi terhadap perekonomian (indeks di atas 50 mengindikasikan adanya optimisme).

Di sisi lain angka ekspor menguat berkat kenaikan harga komoditas meski berdasar indeks konsumen terbaru FTCR menunjukkan adanya kekhawatiran terkait perlambatan pertumbuhan upah dan kenaikan inflasi. Sementara itu indeks sentimen politik Indonesia juga turun 3,9 poin menjadi 59,6. Penurunan indeks disebut-sebut disebabkan oleh masalah korupsi dan tata kelola di Indonesia.

Kemudian indeks sentimen ekonomi Malaysia meningkat dari 29 menjadi 34,1 yang sekaligus menunjukkan kenaikan kuartalan kedua berturut-turut. Ekspor di Malaysia telah menunjukkan kenaikan selama 7 bulan berturut-turut dan (PDB) diprediksi akan terus menguat. Walau demikian, perolehan angka Malaysia dianggap masih jauh lebih rendah dibanding 5 negara di kawasan Asean lainnya.

Sub indeks Thailand menunjukkan penurunan 45,7 dari 50,8, turun di bawah 50 untuk pertama kalinya sejak kudeta militer tahun 2014 lalu. Risiko politik yang bergejolak di Thailand menghambat prospek ekonomi dan konsumen Thailand melaporkan pengeluaran lebih lemah. Namun pendapatan rumah tangga tumbuh dibanding kuartal sebelumnya.

Senada, di Filipina sub indeks juga mencatatkan penurunan 1,8 poin menjadi 55,9. Sedangkan di Vietnam indeks sentimen ekonomi turun tipis sebesar 0,8 poin menjadi 63,9. Survei Asean Economic Sentiment ini didasarkan pada wawancara dengan 5.000 konsumen di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Loading...