Kecam Serangan Aleppo, Hashtag #PrayForAleppo Bermunculan di Media Sosial

pray-for-aleppo

Konflik antara rezim Bashar Assad dan beserta sekutunya dengan para pemberontak di Aleppo menyisakan korban yang tak terhitung jumlahnya, termasuk perempuan dan anak-anak. Hashtag #PrayForAleppo sontak bermunculan di , termasuk , sebagai aksi duka dan kecaman terhadap apa yang terjadi di terbesar di Suriah tersebut.

Sejak beberapa hari terakhir, media sosial Facebook dihiasi dengan hashtag #PrayForAleppo yang diunggah para netizen. Tak ketinggalan, pesohor Hollywood sekaligus sosialita , Paris Hilton, pun menyuarakan kepedihannya terhadap tragedi yang terjadi di Aleppo.

“Hatiku sakit melihat apa yang terjadi sekarang di Aleppo, untuk anak-anak yang tak berdosa, miskin, dan juga mereka,” tulis Paris. “Di mana manusia? Mengapa orang-orang yang tidak bersalah harus hidup dalam ketakutan di setiap detik kehidupan mereka?”

Menurut Paris, orang-orang di Aleppo tersebut tidak melakukan apa-apa sehingga mereka tidak layak untuk menderita rasa sakit, kekejaman, dan penyiksaan akibat konflik yang berkepanjangan. “Hal itu membuat saya sedih, sakit, sekaligus marah pada dunia yang kejam,” sambung Paris.

“Orang-orang ini membutuhkan bantuan,” tambah Paris. “Silakan buka mata Anda untuk tindakan yang tidak manusiawi ini. Harap kabarkan ini dan berikan donasi untuk #RedCross (Palang Merah ) #PrayForSyria #SaveSyria #StopTheViolence #AllLivesMatter.”

Hingga hari ini (16/12), evakuasi sipil dan pemberontak dari Aleppo masih dilakukan setelah sebelumnya lebih dari 3.000 orang dievakuasi dengan bus dan ambulans dari kantong yang masih dikuasai pemberontak. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) sendiri mengatakan bahwa evakuasi penuh sipil dan pemberontak kemungkinan akan berlangsung selama beberapa hari.

“Sekitar 3.000 warga sipil dan lebih dari 40 orang yang terluka, termasuk anak-anak, telah dibawa keluar,” terang Kepala ICRC di Suriah, Marianne Gasser. “Tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang masih berada di timur, dan evakuasi bisa berlangsung selama berhari-hari.”

Loading...