Perlu Perhitungan Matang, Ini Kisaran Kebutuhan Benih Jagung per Hektar

Harga Benih Jagung - freepik: @jcompHarga Benih Jagung - freepik: @jcomp

Jagung menjadi salah satu bahan makanan pokok di Indonesia selain beras. Dalam dunia , menghitung benih jagung sangat penting agar para petani memiliki gambaran berapa banyak bibit atau benih yang perlu mereka beli. Untuk menghitung benih jagung per hektar misalnya, para petani harus menentukan terlebih dahulu jarak tanam jagung yang dikehendaki dan juga luas yang tersedia.

Jarak tanam jagung ini memang bisa disesuaikan dengan selera. Nah, jika menggunakan jarak tanam 80 x 20 cm, perkiraan kebutuhan benih jagung dalam 1 hektare adalah sekitar 20-25 kg. Kebutuhan benih tergantung dari yang digunakan. Pasalnya, benih jagung tertentu dalam 1 kg bisa berisi 2.200 benih, sedangkan benih lainnya dapat berisi 3.000 benih. Nah, untuk mengetahui berapa jumlah benih jagung dalam 1 kg juga tidak terlalu sulit. Cukup mencoba menghitung benih per gram untuk kemudian dikalikan 1.000.

Dari penanaman jagung di lahan seluas 1 hektare kabarnya bisa memperoleh hasil jagung mencapai 10-12 ton. Namun demikian, jumlah yang luar biasa itu tentunya hanya bisa diperoleh dengan berbagai perlakuan terhadap tanaman dan juga lahan jagung. Petani di Indonesia rata-rata mampu memanen sekitar 5-6 juta ton saja per hektare (ha).

Menurut Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno, hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan produksi jagung adalah pemeliharaan sejak jagung ditanam sampai 35 hari pasca penanaman. Perlakuan atas tanaman dan lahan selama kurun waktu tersebut akan menentukan apakah produksi bisa maksimal atau tidak.

“Kalau saja, petani kita diajak pertanian yang sudah ada contohnya itu di Lamongan [Jawa Timur], itu bisa per ha 12 ton tapi perlu perlakuan khusus! Itu kan bukan asal tanam hasilnya sekian,” tegas Winarno, seperti dilansir Bisnis.

Ia menambahkan, perlakuan terhadap jagung dan lahan ibarat bayi yang harus selalu diberikan hal-hal terbaik, khususnya di awal masa hidupnya. Petani wajib untuk secara konsisten memantau perkembangan jagung pada 35 hari pertamanya. “Sampai umur 35 hari harus diurus benar-benar, nggak bisa tanam langsung tinggal, harus diurus. Nah, 5 ton per ha itu kan tanam tinggal, untuk pupuk datang tinggal lagi. Kalau ini diurus sampai 35 hari baru bisa 12 ton,” tandasnya.

Loading...