Kebijakan Kontroversial Trump Dorong Penguatan Rupiah di Awal Dagang

Jakarta rupiah dibuka menguat 20 poin atau 0,15 persen ke Rp 13.349 per di awal pagi hari ini, Rabu (1/2). Kemarin, rupiah berakhir terdepresiasi sebesar 20 poin atau 0,15 persen ke level Rp 13.369 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.325 hingga Rp 13.373 per dolar AS.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, indeks dolar AS turun ke level di bawah 100 usai penasihat Donald Trump menuduh euro yang dianggap terlalu lemah. Pound sterling yang menguat tajam dan yang optimis dengan pertumbuhan ekonomi kemarin ternyata telah berkontribusi terhadap pelemahan the greenback.

Di samping itu ekonomi AS pada kuartal IV-2016 yang hanya mengalami pertumbuhan 1,9 persen juga ikut membuat posisi dolar AS anjlok terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Fokus kini tertuju pada FOMC meeting yang dilaporkan pada Kamis dini hari besok dan diperkirakan bahwa The Fed masih belum akan menaikkan FFR target.

Ekonom Bank Central Asia, David Sumual beranggapan bahwa kebijakan Trump yang melarang dari tujuh negara muslim untuk masuk ke Serikat pun menimbulkan sentimen negatif untuk dolar AS. Hal-hal tersebut yang mengakibatkan dolar AS makin tak berdaya.

Rupiah sendiri pada hari ini diperkirakan berpotensi menguat meski inflasi diperkirakan naik, PDB diprediksi melambat dan adanya ketidakpastian politik saat ini. “Rupiah berpeluang kembali menguat hari ini,” ungkap Rangga Cipta.

David Sumual memperkirakan bahwa hari ini potensi penguatan rupiah kemungkinan akan terbatas. “Inflasi mungkin lebih tinggi karena kenaikan tarif listrik dan pajak,” kata David.

Loading...