Dibuka Rebound, Rupiah Bakal Menguat di Hari Kamis?

Rupiah - katadata.co.idRupiah - katadata.co.id

JAKARTA – mampu bangkit untuk berbalik menguat ketika membuka perdagangan Kamis (12/9) pagi. Menurut Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.049 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus berakhir melemah tipis 7 poin atau 0,05% di posisi Rp14.060 per dolar AS pada Rabu (11/9) kemarin.

“Pasar tampak tengah melakukan aksi beli rupiah karena harganya yang telah bergerak rendah di hadapan dolar AS dalam beberapa perdagangan terakhir,” papar analis PT Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir . “Pasar tampak berasumsi bahwa rupiah berpotensi untuk terus melemah di hadapan dolar AS dalam perdagangan ke depan.”

Fasiyal melanjutkan, ketidakpastian perang dagang AS dan China yang telah berlangsung sejak tahun lalu dan tidak kunjung usai, serta outlook perlambatan , menjadi faktor utama pasar melihat rupiah terus melemah. Belum lagi, sentimen ketidakpastian pemangkasan suku bunga acuan AS oleh .

“Pada perdagangan hari ini, rupiah masih berpeluang untuk kembali mengalami koreksi. Hanya, hal tersebut masih menunggu -data yang akan rilis,” sambung Faisyal. “Rilis yang akan berpengaruh bagi rupiah hari ini adalah trade balance China, yang belum diprediksi hasilnya. Selain itu, pasar juga sedang menantikan keputusan moneter dari European Central (ECB).”

Sementara itu, berdasarkan analisis dari CNBC Indonesia, rupiah pada hari ini tampaknya bakal bergerak positif. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot.

Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London. Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah. Namun, rupiah di pasar spot tidak perlu lalu mengekor pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk pasar asing.

Loading...