Jumlah Unicorn Global Sentuh 500, Indonesia Masuk 10 Besar

Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika - www.nusantaratv.comJohnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika - www.nusantaratv.com

PALO ALTO – unicorn di dunia saat ini dilaporkan sudah mencapai angka 500, berlipat ganda hanya dalam dua tahun di tengah meningkatnya upaya digitalisasi dan penggunaan kecerdasan buatan. AS dan China masih menjadi penyumbang terbesar, 70 persen dari total, sedangkan India, Korea Selatan, dan menempati 10 besar secara global, diikuti Jepang yang nangkring di peringkat ke-11.

Seperti diwartakan Nikkei, AS memimpin dunia dengan 242 unicorn, diikuti oleh China dengan 119. Sementara itu, Inggris dan India sama-sama memiliki 24 unicorn, Korea Selatan memiliki populasi terbesar keenam, dengan 11 unicorn, sedangkan Indonesia berada di urutan ke-10 dalam daftar dengan lima unicorn, dibuntuti Jepang dengan empat unicorn, termasuk startup AI, Preferred Networks. Forter, startup keamanan siber AS-Israel, menjadi unicorn ke-500 pada 19 November 2020, ketika valuasi mereka ditaksir mencapai 1,3 miliar AS menurut perusahaan riset AS, CB Insights.

Delapan puluh sembilan perusahaan, banyak di antaranya beroperasi di sektor e-commerce dan , memperoleh status unicorn meskipun ada kekhawatiran bahwa virus corona yang masih belum berhenti akan memberikan dampak negatif terhadap penggalangan dana. Dari 122 perusahaan yang menjadi unicorn pada tahun 2019, perusahaan fintech menyumbang 20 persen ​​dan perusahaan AI mencapai 13 persen.

Perlu waktu lebih dari empat tahun untuk jumlah unicorn yang diakui oleh CB Insights tumbuh menjadi 250, lalu dua tahun untuk menggandakan jumlahnya. Langkah tersebut dipercepat oleh investor institusi dan pihak lain yang membuat taruhan lebih besar karena rendah membuat startup dan potensi keuntungan tinggi mereka lebih menarik.

Di Indonesia, menurut kabar menargetkan akan ada tiga unicorn baru sehingga totalnya menjadi delapan pada tahun 2024 mendatang. Untuk menggapai target tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan program akselerasi Startup Studio, dengan tahap pertama mempertemukan 20 perusahaan rintisan dengan investor. 

“Program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mendorong transformasi digital, juga menargetkan ada tiga unicorn baru hingga 2024,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dilansir dari Katadata. “Kami berharap Startup Studio dapat mendorong lahirnya unicorn-unicorn baru. Program ini memfasilitasi perusahaan rintisan tahap awal untuk mendapatkan pelatihan dan pengembangan kapasitas selama tiga bulan.”

Loading...