Jumlah Lowongan Kerja AS Meningkat, Rupiah Tak Berdaya di Awal Dagang

Jakarta – Mata uang Garuda dibuka 0,15 persen atau 20 poin ke Rp 13.328 per AS pada pagi hari ini, Rabu (11/1). Kemarin, Selasa (10/1) berakhir terapresiasi 0,40 persen atau 54 poin ke level Rp 13.308 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.267 hingga Rp 13.337 per dolar AS.

Kurs dolar AS sedikit mengalami penguatan terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (Rabu pagi WIB) menjelang pidato pertama AS terpilih Donald Trump pada Rabu waktu setempat.

Dolar sempat melemah pada perdagangan sesi pagi lantaran investor cemas dengan pernyataan agresif Trump yang kemungkinan dapat mengguncang . Tetapi dolar AS beranjak pada sore hari dan menguat 0,08 persen ke 102,01 di akhir dagang.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, indeks dolar AS terpantau stabil dan cenderung menguat usai survei lowongan pekerjaan AS mengalami kenaikan yang signifikan. Sedangkan harga mentah usai merespons pasokan minyak dari sejumlah negara anggota OPEC yang mengalami kenaikan tajam.

“Ruang penguatan rupiah masih tersedia walaupun dollar index yang menolak turun lebih dalam semalam, bisa membatasi apresiasi rupiah pada hari ini, apalagi melihat harga minyak yang mulai kehilangan momentum kenaikannya,” ujar Rangga.

Para pelaku pasar masih menanti diterapkannya peraturan yang mendorong relaksasi ekspor mineral yang diprediksi dapat meningkatkan prospek ekspor serta pertumbuhan jangka panjang. Di samping itu investor juga menanti kepastian terkait isu reshuffle kabinet Jokowi yang akhir-akhir ini mulai santer terdengar.

Loading...