Jumat Sore, Rupiah Melempem Jelang Rilis Data Pekerjaan AS

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

JAKARTA – praktis tidak memiliki tenaga untuk bergerak naik ke zona hijau pada Jumat (3/5) sore, ketika cenderung positif menjelang laporan pekerjaan yang akan dirilis hari ini waktu setempat. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda melemah 14 poin atau 0,10% ke level Rp14.266 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.282 per , terdepresiasi 37 poin atau 0,26% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.245 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,23% menghampiri won Korea Selatan.

Dari global, indeks dolar AS tampaknya akan berakhir pekan dengan posisi yang lebih kuat pada hari Jumat, karena mengurangi taruhan mengenai penurunan suku bunga AS, meskipun ada data pekerjaan AS yang akan diumumkan nanti sore waktu setempat. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,710 poin atau 0,07% ke level 97,903 pada pukul 15.43 WIB.

Diberitakan Reuters, dolar AS perlahan bergerak ke posisi lebih tinggi setelah Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell, baru-baru mengecilkan peluang penurunan inflasi dan tidak melihat alasan untuk memangkas suku bunga acuan. Greenback juga diuntungkan oleh hari libur di Jepang dan sehingga investor kekurangan likuiditas.

“Aliran data cocok dengan sebagian besar bank sentral yang mengambil kebijakan hati-hati, dibayangi risiko penurunan pertumbuhan global,” kata kepala global Strategi G10 FX di Deutsche Bank, Alan Ruskin. “Dolar AS akan dibantu dengan kenaikan imbal hasil Treasury yang sudah ada sebelumnya, ketika bank sentral berusaha keras untuk mengirim pesan kebijakan yang stabil.”

Pergerakan dolar AS kemudian akan bergantung pada laporan pekerjaan AS pada bulan April 2019, yang akan dirilis hari ini waktu setempat. Sejumlah ekonom memperkirakan akan ada kenaikan sekitar 185.000 pekerjaan, sedangkan pengangguran berada di level 3,8%. Analis di NAB berpendapat bahwa ada kemungkinan angka yang lebih kuat dibandingkan data di bulan Maret.

Loading...