Jokowi Reshuffle Kabinet, Rupiah Berakhir Melemah

Reshuffle kabinet, yang meski tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan saham, namun membuat laju harus berbalik pada penutupan perdagangan Rabu (17/1) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI harus mengakhiri hari ini dengan pelemahan sebesar 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.359 per AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah tipis 6 poin atau 0,04% di posisi Rp13.338 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (16/1) kemarin. Kemudian, pagi tadi mata uang Garuda mampu rebound 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.321 per dolar AS saat membuka . Sayangnya, spot tidak mampu mempertahankan tren tersebut sehingga harus menutup transaksi di zona merah.

Pagi tadi, Presiden Joko Widodo melantik empat pejabat tinggi negara, yaitu satu jabatan menteri, satu jabatan setingkat menteri, anggota Dewan Pertimbangan Presiden, dan Kepala Staf Angkatan Udara. Dari reshuffle kabinet tersebut, Idrus Marham resmi menjadi Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indarparawansa, yang jabatannya mulai berlaku sejak pelantikan.

menilai, reshuffle kabinet tidak berpengaruh besar terhadap pasar, terutama saham, karena hal tersebut sudah diantisipasi pasar dan kementerian yang diganti tidak berkaitan dengan pasar . Berdasarkan data BEI pada pukul 09.46 WIB, IHSG terpantau menguat tipis 0,03 poin menuju 6.249, kemudian kembali naik terbatas ke level 6.430 pada Rabu siang.

Sementara itu, dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya terpantau terjun ke level terendah dalam tiga tahun terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, sedangkan euro beringsut naik setelah ada peluang Kanselir Angela Merkel membentuk sebuah ‘koalisi besar’ di Jerman. Mata uang Paman Sam terpantau berada pada level 90,446 pada pagi tadi, sedangkan euro naik 0,5% menuju posisi 1,2266 dolar AS.

Reuters mengabarkan, indeks dolar AS sempat pulih sedikit ke posisi 90,826 pada Selasa kemarin karena ekspektasi investor bahwa sental utama akan mendorong stimulus untuk menormalkan kebijakan moneter. Sementara, euro berhasil menyingkirkan pelemahan semalam akibat laporan yang mengatakan ECB mungkin tidak mengubah kebijakannya.

“Pandangan yang dipegang oleh banyak pelaku pasar global adalah bahwa kebijakan moneter menuju normalisasi di seluruh dunia,” ujar ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki, seperti dikutip Reuters. “Dolar AS akan terikat untuk tetap bergerak lemah ketika pandangan seperti itu masih berlaku.”

Loading...