Jokowi: Pembahasan Kereta Jakarta-Surabaya dengan Jepang Masuk Tahap Akhir

Jokowi: Pembahasan Kereta Jakarta-Surabaya dengan Jepang Masuk Tahap Akhir

Raja Ampat Joko Widodo mengatakan jika saat ini sedang dalam diskusi serius dengan Jepang terkait proyek yang menghubungkan Kota Jakarta dan . Pasalnya proyek ini disebut-sebut menjadi salah satu proyek terbesar yang dilakukan oleh Jepang dan .

Pada Jumat (22/12) lalu mengungkapkan, pembangunan api Jakarta-Surabaya diharapkan dapat dimulai pada akhir tahun depan, bersamaan dengan perayaan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jepang. “ api akan segera (dibangun). Jadi kita ingin bekerja cepat, cepat, cepat,” ujar , seperti dilansir Nikkei.

Meski demikian, Jokowi menuturkan nantinya akan ada banyak hal yang masih perlu dibahas, misalnya apakah jalur kereta api akan diperlebar atau standar, demikian pula dengan opsi pembayaran. Kedua belah pihak saat ini sedang mempertimbangkan banyak pilihan, termasuk memperbaiki jalur yang ada, dan menambahkan satu set trek lainnya. Jalur ini diharapkan bisa mengurangi waktu tempuh perjalanan sekitar 800 km antara Jakarta dan Surabaya sekitar 5-6 jam dari waktu perjalanan 10 jam.

Sementara itu, pada pertemuan bilateral di Tokyo, Rabu (13/12) lalu, Menko Luhut menyampaikan seperti apa perkembangan terkini dari proyek kereta Jakarta-Surabaya. “Kita segera jalan semua. Seperti misalnya kereta api cepat itu kita segera studinya kalau selesai bulan maret 2018 ya kita akan jalan,” beber Luhut. Pemerintah masih menunggu hasil studi yang membandingkan antara penggunaan rel kereta api dengan lebar trek standar (1.435 mm) atau narrow gauge (di bawah 1.435 mm).

“Tapi saya mengingatkan juga sekarang ini kan Indonesia terbuka sekali. Jadi masalah struktur pendanaannya kita minta betul-betul supaya efisien. Jadi jangan sampai nanti ada orang lain (selain Jepang-red) bisa mendanai lebih murah, tapi kita (tetap) ambil mereka (Jepang),” jelas Luhut.

Di sisi lain, pada bulan November 2017 Jepang setuju untuk memperpanjang pinjaman sebesar USD 1 miliar untuk membangun pelabuhan laut dalam di Pulau Jawa, dengan pembangunan yang dimulai pada Maret. “Kami menyambut hangat Jepang karena kita melihat infrastruktur yang dikembangkan oleh Jepang memiliki kualitas yang baik, baik itu (metropolitan rapid transit) atau pembangkit listrik,” tandas Jokowi.

Loading...