Jerome Powell Gubernur Anyar The Fed, Rupiah Berakhir Menguat

rupiah.4

Pelemahan yang dialami AS di , imbas kabar yang mengatakan bahwa Jerome Powell bakal menjadi pemimpin anyar , membuat melaju mulus di zona hijau. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mampu mengakhiri Kamis (2/11) dengan penguatan sebesar 28 poin atau 0,21% ke level Rp13.552 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah 17 poin atau 0,13% di posisi Rp13.580 per dolar AS pada perdagangan Rabu (1/11) kemarin ketika indeks dolar AS bergerak naik. Kemudian, pagi tadi, mata uang Garuda berhasil rebound dengan dibuka menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.572 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.542 hingga Rp13.579 per dolar AS.

Dari pasar , pergerakan indeks dolar AS turun di pasar Asia, setelah ada kabar yang menyebutkan bahwa Jerome Powell hampir dipastikan menjadi Gubernur Federal Reserve berikutnya untuk menggantikan Janet Yellen yang jabatannya berakhir Februari 2018. Pada pukul 12.41 WIB, mata uang Paman Sam terpantau turun 0,280 poin atau 0,30% ke posisi 94,535.

Presiden Donald Trump dijadwalkan akan mengumumkan penunjukan Powell sebagai pemimpin The Fed pada Kamis sore waktu setempat. Powell dikenal sebagai pendukung Yellen, dan dengan keputusan Trump ini, Gedung Putih agaknya ingin Bank Sentral AS melanjutkan kenaikan secara bertahap seperti era Yellen. Di bawah kepemimpinan Yellen, The Fed telah empat kali menaikkan yang dimulai akhir 2015.

Sebelumnya, rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir Rabu atau Kamis pagi WIB, memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 1% hingga 1,25%. Keputusan atas tingkat suku bunga yang tetap di posisi saat ini telah banyak diperkirakan, dan perhatian kemudian terfokus pada siapa yang akan bertanggung jawab atas kebijakan moneter saat masa jabatan Yellen berakhir.

“Ini menegaskan penaikan suku bunga di bulan Desember mendatang,” ujar kepala ekonom di Oxford Economics, Gregory Daco. “Jika kita mendapatkan konfirmasi bahwa Trump akan memilih Powell, ini adalah pertanda bahwa kebijakan moneter akan berlanjut pada jalur saat ini, yang telah kita lihat sepanjang tahun ini dengan normalisasi bertahap.”

Loading...