Jelang Simpulan FOMC Meeting, Rupiah Berakhir Naik Tipis 8 Poin

masih mampu melanjutkan tren positif jelang rilis dua pertemuan penting, Bank of Japan dan FOMC meeting. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda pada hari ini (21/9) kembali ditutup menguat tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.137 per .

Di awal dagang, rupiah dibuka dengan penguatan 10 poin atau 0,08% ke level Rp13.135 per dolar AS. Namun, jeda siang, mata uang Garuda berbalik terdepresiasi 17 poin atau 0,13% ke Rp13.162 per dolar AS. Kemudian, jelang penutupan atau pukul 15.37 WIB, spot bangkit dengan naik tipis 9 poin atau 0,07% ke posisi Rp13.136 per dolar AS.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, penguatan rupiah dipicu melemahnya indeks dolar AS. “Meski secara umum masih ada kekhawatiran mengenai keputusan dan Bank of Japan yang bisa mengecewakan investor, namun turunnya imbal hasil menandakan tingginya harapan pelonggaran stimulus,” katanya.

Seperti diketahui, Bank of Japan dijadwalkan menyimpulkan pertemuan mereka pada Rabu petang ini. Sementara, kesimpulan rapat FOMC menurut rencana diumumkan pada Rabu malam waktu setempat atau Kamis (22/9) dini hari WIB. Pelaku pasar sendiri memperkirakan, The Fed belum akan menaikkan suku bunga AS di bulan ini seiring masih belum kuatnya data-data ekonomi AS.

Sementara itu, Kepala NH Securities Indonesia, Reza Priyambada, menambahkan bahwa peningkatan yang terus terjadi terhadap penyerapan dana juga turut berkontribusi terhadap penguatan rupiah. “Investor juga sedang menanti arah kebijakan Bank Indonesia yang sedang mengadakan rapat. Diharapkan, bisa dipangkas minggu ini,” terang Reza.

Di sisi lain, pergerakan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS pada hari ini cenderung bervariatif. Hingga Rabu siang, won Korea Selatan terpantau menguat tajam sebesar 0,65%, disusul peso Filipina yang naik 0,03%. Sementara, ringgit Malaysia justru melemah sebesar 0,3%, diikuti dolar Taiwan yang merosot 0,16%.

Loading...