Jelang Rilis PDB AS, Rupiah Berakhir Pekan di Zona Negatif

harus menutup akhir pekan (28/7) ini di zona merah setelah dolar AS bergerak naik menjelang pengumuman PDB Paman Sam kuartal kedua 2017. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup hari ini dengan pelemahan sebesar 6 poin atau 0,05% ke level Rp13.324 per dolar AS.

Pergerakan negatif rupiah sudah berlangsung sejak awal dagang dengan dibuka 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.322 per dolar AS. Selepas istirahat siang atau pukul 14.25 WIB, mata uang Garuda kembali 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.327 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.43 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.325 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS masih bergerak menguat meski relatif tipis di tengah penantian atas laporan data pertumbuhan kuartal kedua Paman Sam yang diumumkan hari ini waktu setempat. Setelah dibuka di posisi 93,865, the greenback hanya menguat tipis 0,004 poin ke level 93,868 pada Jumat pagi tadi.

Saat ini, fokus pasar memang tertuju pada laporan PDB AS kuartal II yang rencananya bakal diumumkan nanti malam WIB. Menurut pemberitaan Reuters, ekonom memprediksi ekonomi Paman Sam pada kuartal kedua tahun 2017 ini tumbuh sekitar 2,6%, lebih tinggi dari kuartal pertama yang sebesar 1,4%. Data yang membaik tentu saja bakal menaikkan kurs dolar AS yang sempat terjerembab usai pertemuan kebijakan Federal Reserve.

“Penurunan dolar AS setelah pertemuan Federal Reserve terlihat berlebihan, jadi wajar jika mata uang tersebut rebound,” papar analis mata uang senior di Daiwa Securities, Yukyu Ishizuki. “Dolar AS bakal mendapat lebih banyak permintaan jika data ekonomi Paman Sam dilaporkan menguat. Namun, kita tidak mungkin melihat dolar AS menjadi satu-satunya yang menguat, karena negara-negara mengikuti jejak The Fed yang menormalkan kebijakan moneter.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.326 per dolar AS, melemah 11 poin atau 0,08% dari perdagangan sebelumnya di level Rp.13.315 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia loyo versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan yang anjlok 0,77% dan dolar Taiwan yang melorot 0,24%.

Loading...