Jelang Putusan Fed Fund Rate, Penguatan Rupiah Terhalang Pelemahan Harga Minyak

Jakarta – Rupiah 11 poin pada pembukaan perdagangan pagi (10/2). Dikemukakan oleh Indeks , Garuda kini berada di posisi Rp 13.623 per Dolar AS setelah turun sebanyak 0,08%. Padahal sebelumnya, Rupiah telah pada sesi penutupan perdagangan Selasa sore (9/2) sebanyak 15 poin hingga mendarat di level Rp 13.612 per Dolar AS.

Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia menyatakan, pergerakan terhadap Dolar AS masih sangat bergantung pada fluktuasi .

“Dalam jangka menengah penguatan Rupiah lebih terbuka, dengan catatan harga minyak tidak turun lebih dalam,” ujar Rangga dalam hasil risetnya yang diterima awak media, pagi ini (10/2).

Disampaikan lebih lanjut bahwa harga minyak dunia tengah hingga pagi ini, sehingga membawa peluang dampak yang tak begitu bagus untuk Rupiah. Sementara itu, kesaksian Janet di depan Kongres AS mengenai keputusan kenaikan pada Rabu malam nanti semakin ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar. Dolar AS pun dibuat tak berdaya hingga cenderung bergerak melemah.

Dijelaskan oleh Rangga, pelemahan Dolar AS kali ini tidak serta merta membuat mata uang dunia lainnya menjadi perkasa. Pesimistis EIA terhadap prospek harga minyak di tahun 2016 membuat harga minyak semakin jauh merosot, yang biasanya juga diikuti dengan penurunan harga komoditas lain, sehingga membuat laju penguatan mata uang utama lainnya terhalang.

“Walaupun indeks dolar turun, penguatan tidak serta merta hadir di pasar global. Terhalang turunnya harga minyak mentah, yang biasanya juga diikuti penurunan harga komoditas lainnya,” ujar Rangga.

Loading...