Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping, Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp 13.333/USD

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (7/4) dengan tipis sebesar 0,04 persen atau 5 poin ke level Rp 13.333 per AS. Kemarin, Kamis (6/4) berakhir terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp 13.328 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.320 hingga Rp 13.346 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS berakhir menguat pada penutupan perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB sebesar 0,11 persen ke level 100,67. Hari ini para pelaku pasar sedang mencermati pertemuan antara Amerika Serikat Donald Trump dengan China Xi Jinping. Pertemuan kedua kepala negara tersebut kemungkinan membahas tentang kebijakan perdagangan, , dan Korea Utara.

Di samping itu, pasar juga tengah menantikan rilis data tenaga kerja sektor swasta Amerika Serikat pada Maret 2017 yang akan dilaporkan pada hari Jumat waktu setempat. Sedangkan untuk data nonfarm payrolls diperkirakan akan meningkat dari 175.000 menjadi 180.000.

Pergerakan mata uang Garuda sendiri tampaknya akan kesulitan menemukan momentum. Pasalnya indeks dolar AS saat ini sedang menguat dan tak ada sentimen positif dari dalam negeri yang bisa mendorong rupiah. “Harapan kami terhadap pergerakan rupiah yang dapat menemukan momentum kenaikannya tampaknya belum terwujud sehingga kembali membuka peluang pelemahan kembali,” kata Analis PT Binaartha Sekuritas, Reya Priyambada.

“Pelaku pasar kembali bereaksi negatif setelah melihat pergerakan dari euro yang melemah usai pernyataan European Central Bank (), yang tidak akan mengubah kebijakannya dalam hal quantitative easing (pelonggaran kuantitatif), dan tingkat suku bunga rendah,” imbuh Reza.

Proyeksi ADB terhadap pertumbuhan tahun 2017 sebesar 5,1 persen, dan 5,3 persen pada 2018, serta sentimen terkait kerjasama antara negara dengan Afghanistan tampaknya belum mampu meningkatkan daya tarik rupiah di pasar spot exchange.

Loading...