Jelang Penutupan Perdagangan, Rupiah Tiba-tiba Anjlok

Jakarta Rupiah ditutup melemah 32 poin pada akhir perdagangan Selasa (22/3). Rupiah terhuyung ke level Rp 13.184 per AS setelah merosot 0,24 poin pada penutupan perdagangan sore ini. Sebelumnya, Rupiah telah jatuh 35 poin (0,27%) ke level Rp 13.152/USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Senin (21/3).

Belum jelas faktor apa yang menyebabkan Rupiah tiba-tiba lunglai jelang akhir perdagangan. Pergerakan Mata uang Garuda terpantau mulai loyo sejak pukul 15.29 WIB, dimana Rupiah melemah 31 poin ke level Rp 13.183/USD. Padahal, Rupiah tampak perkasa hingga tengah hari.

Demo besar-besaran menolak Taksi Online yang terjadi di Jakarta yang berlangsung sejak pagi tak menyurutkan langkah Rupiah. Terbukti Rupiah mampu bangkit 1 poin di level 13.151/USD, tercatat pada pukul 14.13 WIB.

Rebound harga juga diperkirakan menjadi sentimen penggerak kurs Rupiah hari ini. Harga mentah terus bergerak menguat pada perdagangan Selasa (22/3). West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Mei menguat 0,36% ke level harga USD 41,67 per barel (12.39 WIB), setelah sebelumnya dibuka menguat 0,17% di level USD41,59 per barel pada awal perdagangan.

Sementara untuk minyak per kontrak Mei harganya naik 0,26% menjadi USD41,65 per barel setelah dibuka melemah 0,17% di level harga USD41,47 per barel.

Sebagaimana dikutip oleh , berujar bahwa harga minyak akan mengalami rebound ke level ‘moderat’ meskipun Iran tidak bergabung dengan produsen minyak lain untuk membekukan output. Disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Abdalla El-Badri, penurunan produksi di luar yang dibarengi dengan penurunan aktivitas pengeboran minyak di Amerika Serikat menunjukkan strategi kelompok untuk menumbuhkan keseimbangan alami .

Loading...