Jelang FOMC Meeting, Rupiah Menguat Tipis ke Rp 13.467

Jakarta – Pagi hari ini, Rabu (4/1) rupiah mengawali dengan penguatan tipis sebesar 0,07 persen atau 9 poin ke Rp 13.467 per AS. Kemarin, (3/1) rupiah ditutup melemah 0,02 persen atau 3 poin ke level Rp 13.476 per AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.452 hingga Rp 13.496 per AS.

Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada hari ini, Rabu (4/1) rupiah kemungkinan akan melemah bersamaan dengan menguatnya dolar AS dan jatuhnya harga minyak mentah.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, menjelang rilis notulensi meeting pada Kamis dini hari, ISM manufacturing AS tadi malam dilaporkan . Hal itulah yang memberi dorongan untuk indeks dolar meskipun imbal hasil US Treasury masih stabil di angka 2,4 persen untuk tenor 10 tahun.

Sedangkan harga minyak dunia pasca dirilisnya data produksi bulan Desember 2016 yang belum mengalami penurunan secara signifikan. Dari faktor , para pelaku investor masih menanti PMI manufacturing Jepang pada pagi hari ini dan perkiraan Zona Euro pada sore nanti yang diprediksi naik ke 1% YoY (Year on Year).

Namun pergerakan rupiah yang cenderung berfluktuasi sejak kemarin ini rupanya dianggap wajar. “(Pergerakan rupiah di kisaran) 13.300-13.500 (itu) wajar,” ujar Riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Sementara itu angka PMI manufacturing yang buruk dan realisasi belanja negara yang berada di bawah 90% sekaligus mengisyaratkan bahwa pertumbuhan PDB pada kuartal IV/2016 tak lebih baik dari periode sebelumnya. “Sentimen pelemahan rupiah bisa bertahan hari ini melihat penguatan dolar dan pelemahan harga minyak mentah,” ungkap Rangga Cipta.

Loading...