Jajanan Jadul, Bisnis Es Lilin Ternyata Masih ‘Segar’ di Milenium Baru

es lilin

Es lilin merupakan salah satu yang pernah di tahun 1990-an silam, yang hadir dengan aneka rasa, mulai durian, nanas, pisang, dan bahkan rasa yang sangat pedas. Meski kini sudah memasuki milenium dan sudah jarang ditemukan penjual es lilin, namun es tersebut ternyata masih ‘menyegarkan’ jika Anda rajin melakukan yang mengikuti perkembangan zaman.

Es lilin Bareto yang dipasarkan di Bandung, misalnya. es lilin asal Kota Kembang ini membuat es lilin dengan beragam bentuk, mulai bulat, panjang, dan pipih. Selain bentuk yang beragam, es lilin Bareto juga diracik dengan banyak pilihan rasa sesuai permintaan pelanggan, seperti durian, cokelat, alpukat, strawberry, kelapa, hingga ketan hitam.

“Es lilin Baretto kalau diletakkan di luar cepat mencair, yang tandanya tanpa bahan pengawet,” pemilik es lilin ini, Wahyu Adam. “Pembuatannya memang tanpa bahan pengawet, tetapi bisa bertahan hingga delapan bulan jika terus disimpan di dalam freezer. Selain itu, es lilin ini dibuat dengan santan dan susu murni sebagai komposisi utama.”

‘Kesegaran’ bisnis es lilin juga dirasakan oleh Novi Nazar, salah seorang penjual es asal Padang yang sempat pindah ke Jakarta pada rentang tahun 2009 sampai 2011. Iseng-iseng membuatkan es tape untuk anaknya yang mengalami gangguan di kepala, kini es lilin telah menjadi sumber pendapatan bagi Novi sejak memulai bisnis pada April 2014.

“Awalnya, saya menjual es tape dengan Rp1.000 per bungkus. Kemudian, saya tertarik untuk membuat es lilin ketika browsing di ,” cerita Novi. “Untuk tahap awal, saya hanya memproduksi 60 bungkus es lilin yang saya jual Rp1.000 per bungkus. Ada 12 macam rasa yang saya buat, seperti cokelat, nangka, kacang hijau, melon, dan leci, yang saya titipkan di kedai-kedai terdekat.”

Dalam sehari, Novi mengaku mampu memproduksi 400 bungkus es lilin. Ia pun menegaskan bahwa es lilin buatannya tersebut tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna kimia. “Es lilin buatan saya disukai oleh petugas BPOM dan petugas medis Puskesmas. Jadi, pasti ketahuan kalau pakai bahan pengawet,” tutup Novi.

Loading...