Jadi Produk Alternatif Pengganti Es Batu, Harga Ice Pack Untuk Cooler Box Mulai Rp25 Ribuan

Ice Pack - (Sumber: omearacamping.com)

Ice pack atau yang juga dikenal dengan cool pack adalah larutan yang dapat dibekukan menjadi es. Ice pack kerap digunakan sebagai produk yang mampu menggantikan peran es dalam hal mendinginkan minuman, makanan, sayuran, bahkan es krim. Ice pack menggunakan hard casing terbuat dari plastik HDPE sehingga diklaim tidak mudah bocor dan aman untuk digunakan sehari-hari.

Ice pack (blue ice) menjadi produk alternatif pengganti dry ice dan es batu yang kegunaannya tidak hanya berfungsi mendinginkan, namun juga bisa membekukan. Ketahanan beku dikatakan bisa mencapai 8-12 jam tergantung box yang digunakan. Pemakaiannya bisa berulang-ulang selama kemasan tidak bocor atau rusak.

Waktu yang dibutuhkan untuk membekukan ice pack berkisar 6-24 jam. Cukup dengan membekukan ice pack dalam freezer sebelum digunakan, ice pack bisa menjadi alternatif pengganti es batu dan dry ice. Selanjutnya ice pack yang di pasaran mulai Rp25 ribuan ini di tempatkan di cooler box untuk menjaga agar suhu ruang tetap rendah sehingga makanan, minuman, sayuran, dan lainnya bisa tetap beku, dingin, dan segar.

Saat ini telah banyak beredar produk ice pack, namun kebanyakan merupakan impor dari luar negeri. Peluang ini kemudian ditangkap oleh sekelompok anak negeri yang menciptakan pendingin portable, yakni Dadang Suherman, Agus Widarba, Gagah Candra Pradipta dan Riyanto melalui bendera usaha PT Bhakti Nusa Bahtera (BNB).

Produk bernama Maslaha Jel-99 ini telah diuji coba sejak 2011 lalu dan akhirnya mendapatkan hak paten dari HAKI, dan saat ini mereka telah membuka sejumlah tawaran keagenan.

Dadang Suherman mengatakan bahwa produk ini khusus untuk sektor perikanan, meski tidak menutup kemungkinan jika dipakai untuk produk lain. Produk impor biasanya bertahan 6 jam-8 jam seharga Rp50.000 per unit. Sementara Maslaha bisa tahan 48 jam dan harganya lebih murah, Rp15.000 per unit dan bisa didinginkan ulang. “Selain , kami juga bisa menyewakan harian dengan harga Rp 200 per unit,” tuturnya, dilansir dari Kontan.

Ia menjelaskan ada dua tipe keagenan yakni depo dan agen. Pada depo, mitra menyewakan dan juga menjual produk Maslaha ke . Depo hemat 1 senilai Rp33 juta dan depo hemat 2 seharga Rp64 juta. Fasilitas depo hemat 1 yakni mendapat 1.000 unit Maslaha dan 4 unit freezer dengan masing-masing 130 unit. Sedangkan depo paket hemat 2 mendapat 2.000 unit Maslaha dan delapan unit freezer.

Sementara untuk paket agen, mitra membangun keagenan di titik-titik potensial dan menjualkan produk ke depo. Ada tiga jenis paket, yaitu agen grade A, agen grade B, dan agen emerald. Paket grade A mendapat 16.667 unit Maslaha senilai Rp 220 juta. Pada paket grade B, mitra mendapat 8.333 unit dengan nilai investasi Rp 112 juta. Paket agen emerald seharga Rp856 juta, akan mendapatkan 44.000 unit Maslaha dan freezer jumbo.

Selain menyewakan, agen bisa menggunakan Maslaha untuk kepentingan sendiri. Sebab kapasitas untuk paket terakhir setara dengan membangun cool storage. Untuk paket emerald, omzet menyewakan 22.000 unit Maslaha saja sekitar Rp132 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya operasional seperti tagihan , gaji karyawan serta depresiasi harga barang, Dadang menghitung balik akan dicapai kurang dari setahun.

Loading...