Jadi Komponen Penting Pada Bitcoin, Harga Antminer S9 Mulai US$ 2.400

BitcoinBitcoin

sangat bergantung pada proses pertambangan. Pertambangan adalah sebuah kegiatan menambang dengan menggunakan suatu perangkat tertentu. Pelaku pertambangan sendiri disebut dengan istilah ‘penambang atau miner’. Salah satu perangkat atau produk miner yang cukup populer adalah Antminer S9.

Antminer sendiri adalah salah satu produk buatan brand Bitmain dan salah satu Asic miner ternama. Asic merupakan sebuah chip khusus untuk mengerjakan tertentu. ASIC, yang merupakan kepanjangan dari Application-Specific Integrated Circuit ini memang dibuat secara khusus untuk bisa melakukan pertambangan Bitcoin.

Ada banyak vendor besar yang menjual kepada konsumen dengan berbagai jenis dan tipe. Dari berbagai banyak tipe tersebut, ada berbagai tingkat besaran komputasi, dan besaran daya yang dikonsumsinya. Sehingga penambang pun bisa memiliki masing-masing tipe Asic tersebut.

Proses perancangan Asic membutuhkan keahlian dan keunggulan produk yang bisa bertahan lama. Meski begitu, Asic untuk pertambangan Bitcoin ini memang didesain dan diciptakan dengan cepat. Sejumlah analis menyatakan bahwa vendor Asic bahkan memproduksi Asic tercepat dalam sejarah sirkuit terpadu. Terutama pada penanganan masalahnya saat produk berada di tangan konsumen.

Menurut informasi, Antminer S9 ditawarkan dengan cukup mahal, berkisar mulai USD 2.400, atau setara dengan Rp32 jutaan. Bahkan beberapa situs toko menjual dengan yang lebih mahal, mencapai Rp55 jutaan. Antminer disebut-sebut sebagai salah satu mesin terbaik penambang Bitcoin yang ada di pasaran. Jumlah yang akan dihasilkan per hari dengan penambang Antminer S9 bahkan bisa melompat dari $7 menjadi $16 baru-baru ini, hal ini didukung juga karena Bitcoin yang melonjak.

Bagi penggemar bitcoin, melonjaknya harga tersebut adalah bukti bahwa peningkatan tersebut benar-benar bermanfaat bagi jaringan secara lebih luas. Menurut Sean Walsh, mitra di Redwood City Ventures, perusahaan konsultan dan Bitcoin dan Blockchain, mengatakan kenaikan harga Bitcoin telah dilakukan lebih dari membangkitkan kembali investor, hal ini juga menyebabkan meningkatnya minat pada pertambangan Bitcoin, sebuah proses kunci yang mendukung jaringan dengan mengamankan buku besarnya.

“Ada banyak metrik yang benar-benar penting, seperti jumlah orang yang memiliki setidaknya satu Bitcoin, tapi tidak ada yang peduli dengan hal itu. Hanya tentang harga. Ini adalah satu skor yang membangkitkan orang, dan ketika The Wall Street Journal dan publikasi keuangan lainnya menulis tentang Bitcoin,” ungkap Walsh kepada CoinDesk.

Namun, bukan hanya harga per bitcoin yang memikat penggemar. Menurut Walsh, sementara biaya Bitcoin relatif stabil dalam waktu lama, dalam beberapa tahun terakhir, biaya tersebut telah mengalami kenaikan.

“Ini ada hubungannya dengan debat blok, karena jaringannya sedikit macet, dan orang harus membayar lebih untuk mendapatkan konfirmasi transaksi mereka,” lanjutnya.

Padahal beberapa tahun yang lalu, sekitar US$ 100 per hari dibayar dalam biaya transaksi, dalam beberapa bulan terakhir, biaya transaksi menyamai sekitar 350 bitcoin per hari.

Loading...