Izin Dicabut, Ini Deretan Fasilitas Hotel Alexis yang Dipermasalahkan Pemprov DKI

Hotel Alexis - www.merdeka.com

– Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan belum lama ini menutup Alexis per tanggal 31 Oktober 2017 lalu dengan tidak lagi memperpanjang izin dari Hotel Alexis. Langkah Anies untuk menutup hotel sekaligus griya pijat yang terletak di Jakarta Utara ini terbilang mengejutkan. Anies sendiri beralasan bahwa Hotel Alexis memiliki beberapa yang dipermasalahkan oleh masyarakat. Bahkan Hotel Alexis pun sudah lama dikenal sebagai pusat hiburan malam pria dewasa.

Ketika ditanyai lebih lanjut, Anies tak bersedia merinci bukti-bukti yang telah dimiliki Pemprov DKI Jakarta perihal penutupan Hotel Alexis. “Kita tegas, kita tidak menginginkan Jakarta menjadi yang membiarkan praktik-praktik prostitusi dan kita mendengar , mendengar keluhan dari warga, dan juga pemberitaan-pemberitaan. Ada, ada -laporan, dan lain-lain. Masa mau dirinci praktik gitu,” kata Anies, Senin (30/10), seperti dilansir dari Kompas.

Beberapa waktu lalu ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bahkan sempat berkelakar bahwa ‘surga dunia’ di Hotel Alexis terletak di lantai 7. Tak seperti hotel pada umumnya, Hotel Alexis dikenal memiliki fasilitas hiburan premium untuk memanjakan kaum lelaki seperti 4Play Club & Bar Lounge, Xis Karaoke, dan BathHouse Gentlemen Spa.

Untuk masuk ke dalam Hotel Alexis saja setiap pengunjung akan dikenai tiket masuk seharga Rp 100 ribuan per orang. Kemudian di lantai 1 kabarnya terdapat sajian hiburan berupa tarian striptease dan sex show. Apabila ingin open table di bar yang berada di lantai 1 (4Play) pengunjung minimal harus merogoh kocek sekitar Rp 2 jutaan.

Beralih ke lantai 7, pengunjung dapat menikmati layanan spa atau massage dari gadis-gadis cantik yang disediakan oleh Hotel Alexis. Gadis yang bertindak sebagai terapis di Hotel Alexis pun bermacam-macam, ada yang berasal dari dalam negeri dan ada juga yang berasal dari luar negeri, seperti Uzbekistan, Thailand, Vietnam, China, Rusia, hingga Spanyol. Kabarnya pengunjung bisa bebas memilih sendiri terapis yang akan memberi layanan spa.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - www.edunews.id

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan – www.edunews.id

Selain spa biasa, Hotel Alexis disebut-sebut menyediakan layanan erotic massage dari gadis lokal yang harganya bisa mencapai jutaan rupiah, sedangkan untuk erotic massage dari gadis luar negeri harganya bisa 2 kali lipat lebih mahal. Di Hotel Alexis sendiri menyediakan sekitar 74 unit kamar mewah yang mematok rate atau tarif menginap per malam mulai dari Rp 1 jutaan.

Walaupun menawarkan sejumlah fasilitas dan layanan plus-plus untuk pria dewasa, nyatanya untuk masuk ke dalam Hotel Alexis sendiri tidak mudah. Para pengunjung harus menjalani pemeriksaan dari petugas penjagaan sejak dari tempat parkir. Para petugas kabarnya menanyai sejumlah pertanyaan kode untuk mengetahui jenis pengunjung yang datang. Apabila hanya tamu umum, biasanya mereka akan diarahkan ke lantai satu. Namun bila terdeteksi sebagai tamu ‘khusus’, maka mereka akan langsung diarahkan ke sebuah elevator untuk langsung menuju lantai yang ditunggu-tunggu.

Menurut X, salah satu pengunjung yang pernah mencoba layanan di Hotel Alexis, hotel satu ini memiliki sistem pengamanan yang ketat jika dibandingkan tempat-tempat serupa di Jakarta. Selain pemeriksaan senjata tajam atau senjata api, security Hotel Alexis juga mengecek pulpen yang dibawa oleh pengunjung. Bahkan demi menjaga privasi, lensa kamera hp pengunjung biasanya ditutup stiker segel. “Katanya untuk menghindari apabila ada pelanggan nakal yang merekam aktivitas di Alexis. Pemeriksaan itu pas pintu masuk diperiksain detail, semuanya diperiksa,” jelas X.

Demikian pula ketika sampai di lantai dasar atau lobi utama Hotel Alexis, pengunjung akan langsung dihampiri oleh petugas. “Begitu di lobi utama biasanya ada petugas yang langsung menghampiri dan langsung ditanya mau ke lantai mana. Kebetulan saya biasanya lantai tiga, yakni tempat karaoke,” ungkap X.

Sedangkan pengunjung lain, Y (bukan nama sebenarnya) menuturkan jika orang-orang yang berada di lantai 3 biasanya akan melanjutkan ‘petualangan’ mereka ke lantai 7. Namun sebelum ke lantai tujuh, menurut Y ada satu lantai yang umumnya dijadikan tempat transit utama para pengunjung Hotel Alexis, yaitu lantai 6 atau yang biasa dijuluki dengan show room. “Nah, kita yang mau karaoke biasanya juga milih LC (Ladies Companion) di situ, ada banyak sih. Ada yang dari luar negeri juga,” kata Y.

Hal unik lainnya dari Hotel Alexis adalah berkaitan dengan jam buka atau jadwal operasional hotel. Jika hotel-hotel biasa beroperasi 24 jam, Hotel Alexis justru memiliki jam operasi yang sedikit ‘nyeleneh’. Hotel Alexis buka setiap hari mulai sore pukul 15.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Khusus hari Minggu Hotel Alexis buka lebih sore, yakni mulai jam 17.00 WIB sampai jam 05.00 WIB.

Sampai saat ini masih belum jelas bagaimana kelanjutan izin dari Hotel Alexis. Pihak manajemen sendiri masih terus berupaya agar izin usaha mereka bisa diperpanjang oleh Pemprov DKI Jakarta. Pihak Alexis juga bersedia untuk berbenah agar dapat menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat di Hotel Alexis.

“Kami akan berbenah dan melakukan penataan manajemen agar dapat keluar dari stigma itu. Apabila ada kekurangan yang harus kami perhatikan maka kami terbuka menerima saran dan kritik untuk bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Lina Novita, staff Legal dan Corporate affair Alexis Grup.

Terlebih Lina mengaku bahwa Alexis selama ini merupakan pelaku usaha yang tak pernah melakukan pelanggaran dan taat membayar pajak. “Kami mohon arahan dan bimbingannya agar usaha kami di sektor Pariwisata dapat terus berjalan, pastinya kami siap untuk melakukan pembenahan manajemen sesuai dengan arah kebijakan Daerah DKI Jakarta,” tandasnya.

Loading...