Isu Mereda, Aksi Rush Money 25 November Diprediksi Tak Akan Terjadi

Jakarta – Pasca demonstrasi besar-besaran pada 4 November lalu, kini muncul isu baru yang cukup ramai dibahas di berbagai massa maupun , yakni isu Rush Money. Gerakan Rush Money pada 25 November mendatang sendiri masih melanjutkan unjuk rasa kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sebagai , Rush Money adalah penarikan uang dari secara besar-besaran (massal). Penarikan dana secara massal tersebut berpotensi menyebabkan kekacauan pada perbankan dan menimbulkan gejolak , karena (BI) tak mungkin mendistribusikan uang dalam jumlah yang banyak di waktu bersamaan.

Meskipun gerakan ini masih belum pasti kebenarannya, berbagai tokoh penting seperti Sri Mulyani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, hingga LPS telah menanggapi isu Rush Money tersebut.

Awalnya, gerakan ini ramai digaungkan lewat media sosial seperti Twitter sejak 14 November lalu lewat hashtag #RushMoney2511, rushmoney, dan juga rush money. Namun berdasarkan analisis media sosial, rupanya yang gencar menyuarakan gerakan ini bukanlah akun-akun yang menjadi buzzer utama dalam aksi 411 lalu.

Rupanya ide Rush Money ini tak ada hubungannya dengan aksi (4/11). Netizen memperkirakan jika ini adalah buah ide yang muncul dari yang mempunyai pengetahuan tentang perbankan. Berdasar grafik trend di Twitter, isu Rush Money ramai menghiasi linimasa pada 2 hari terakhir (15 dan 16 November) dan kini sudah mulai berkurang.

Di media massa, baik LPS, Menko Darmin, dan Sri Mulyani hanya menanggapi isu Rush Money sekadarnya dan tidak menganggap isu tersebut sebagai ancaman. Mereka justru menganggap isu Rush Money terlalu mengada-ada dan meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Hal ini seolah membuktikan bahwa sosial media memiliki kekuatan yang begitu besar untuk menggiring opini massa. Meski sempat menjadi trending, pembahasan Rush Money di media sosial saat ini telah berkurang dan tak cukup kuat untuk menggerakkan banyak orang melakukan Rush Money.

Loading...