Isu Government Shutdown Tekan Dolar, Rupiah Gagal Menghijau

gagal memanfaatkan momentum pelemahan yang tertekan kemungkinan government shutdown AS untuk bergerak ke zona . Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menyelesaikan Rabu (6/12) ini dengan pelemahan sebesar 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.546 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 8 poin atau 0,06% di posisi Rp13.519 per dolar AS pada akhir Selasa (5/12) kemarin. Sayangnya, pagi tadi, mata uang NKRI harus berbalik terdepresiasi 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.524 per dolar ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu keluar dari teritori negatif mulai awal hingga tutup .

Dari pasar , pergerakan greenback sebenarnya terpantau turun pada hari Rabu, karena tertekan kekhawatiran tentang kemungkinan penutupan pemerintahan (government shutdown) AS, yang sekaligus mengimbangi sentimen positif seputar optimisme perkembangan RUU pajak negara tersebut. Mata uang Paman Sam melemah 0,096 poin atau 0,10% ke level 93,283 pada pukul 10.28 WIB.

Reuters melaporkan bahwa DPR AS, yang dikendalikan Partai Republik, sepakat untuk menggelar konferensi dengan Senat AS guna memulai perundingan formal mengenai RUU pajak. Namun, di sisi lain, potensi penutupan pemerintah AS meningkat apabila pembuat kebijakan gagal mencapai kesepakatan pada minggu ini, dengan batas waktu hari Jumat (8/12) esok.

“Saya pikir mereka menghindari shutdown, tetapi ada kekhawatiran tentang itu,” kata kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Jika kesepakatan pemotongan pajak bisa dicapai pada akhir tahun, hal tersebut seharusnya positif bagi dolar AS dan minat investor global terhadap aset berisiko. Namun, sampai saat itu, pasar berada dalam sikap wait and see.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada pada level Rp13.524 per dolar AS, melemah 9 poin atau 0,06% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.515 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,35% dialami yen Jepang dan pelemahan terdalam sebesar 0,61% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...