Isu Geopolitik Memanas, Rupiah Dibuka Melemah 15 Poin

Jakarta dibuka melemah 15 poin atau 0,11 persen ke Rp 13.296 per dolar pada permulaan , Rabu (12/4). Rupiah sebelumnya telah bertahan menguat selama penutupan tiga hari berturut-turut. Kemarin Garuda berakhir terapresiasi 0,04 persen atau 5 poin ke level Rp 13.281 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.270 hingga Rp 13.291 per dolar AS.

Sedangkan indeks dolar AS melemah 0,31 persen ke posisi 100,71 pada penutupan perdagangan Selasa atau Rabu Pagi WIB. Dolar AS melemah terhadap yen lantaran adanya kekhawatiran atas konflik Korea Utara dan Suriah.

Samuel Sekuritas memperkirakan jika rupiah berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini walaupun ruang geraknya cenderung terbatas. Menurut Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, penguatan indeks dolar AS mulai berbalik dari euro dan yen yang mengalami penguatan cukup signifikan.

Sementara itu sentimen hawkish berasal dari rencana Federal Reserve yang hendak melakukan penyusutan kepemilikan tampaknya tak memberi pengaruh terlalu besar apalagi mengingat yield US Treasury yang mengalami penurunan meski masih terdorong oleh sisa aksi flight to safety yang berasal dari isu geopolitik beberapa waktu lalu.

Sedangkan harga emas dan juga masih merangkak naik ketika Suriah makin intensif menyerang pemberontak. Para investor pagi ini tengah menanti data inflasi China yang diprediksi akan mengalami kenaikan tipis.

Dari faktor domestik, sentimen debat cagub DKI Jakarta untuk pilkada putaran kedua juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah. “Debat cagub DKI Jakarta untuk pilkada II di Rabu malam akan menandai dimulainya dominasi isu politik di keuangan domestik. Ruang penguatan rupiah tersedia walaupun terbatas dalam jangka pendek,” tandas Rangga Cipta.

Loading...