ISIS Pertahankan Raqqa, Koalisi AS Tolak Negosiasi Perpindahan Warga Sipil

Raqqa Syria - www.bbc.com

RAQQA – Islamic State (IS), atau dulu yang dikenal sebagai ISIS, diperkirakan akan mempertahankan Raqqa di Syria (Suriah) sampai titik darah penghabisan. Koalisi di bawah pimpinan AS pun telah menolak penarikan mundur pasukan meski para di Raqqa Civic Council sedang bekerja untuk merundingkan perpindahan secara aman ribuan sipil tersandera.

IS diperkirakan akan mempertahankan Raqqa di Syria hingga titik darah penghabisan,” ujar juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS, Kolonel Ryan Dillon, seperti dilansir DW. “Ada sekitar 400 gerilyawan yang diyakini masih berada di tersebut, dan sebagian besar terkonsentrasi di pusat bersejarah Raqqa, tempat IS mengadakan pemenggalan kepala dan penyaliban.”

Namun, menurut perkiraan PBB, hingga 8.000 warga sipil mungkin masih terjebak dalam Raqqa. Koalisi pimpinan AS mengatakan Raqqa Civic Council, sebuah pemerintahan sementara yang dibentuk oleh SDF untuk memerintah setelah jatuhnya IS, telah berusaha untuk menegosiasikan pembebasan warga sipil, karena khawatir mereka dapat digunakan sebagai tameng manusia.

“Dewan Sipil Raqqa memimpin diskusi untuk menentukan cara terbaik untuk memungkinkan warga sipil yang terjebak untuk keluar kota, di mana beberapa digunakan sebagai perisai manusia oleh para ,” kata koalisi tersebut dalam sebuah pernyataan. “Mereka yang meninggalkan Raqqa yang dianggap telah memperjuangkan IS akan diserahkan ke pihak berwenang setempat untuk menghadapi keadilan.”

Namun, koalisi sudah menegaskan tidak akan mendukung perundingan apa pun dengan gerombolan teroris. Pasukan gabungan tidak menjadi bagian dari perundingan penyelesaian. “Tetapi, kami mengetahui apa yang sedang terjadi dan dibahas saat ini… mereka (dewan) mencoba untuk membebaskan warga,” sambung Dillon.

Sejak bulan Juni lalu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok milisi gabungan pejuang Kurdi dan Arab, melakukan gerakan ofensif dengan mengelilingi kota tersebut dan meluncurkan serangan multi- dengan bantuan dukungan udara dari koalisi pimpinan AS. Kini, sekitar empat sampai lima pejuang IS telah menyerah dalam kurun waktu seminggu, termasuk emirs, setempat di Raqqa.

IS sendiri telah melihat wilayahnya di Irak dan Suriah berkurang drastis karena kelompok militan tersebut menghadapi beberapa serangan dari kekuatan dan pejuang regional. Pasukan pimpinan Irak membebaskan Mosul awal tahun ini, menandai sebuah kemenangan besar atas kelompok militan itu. Namun, Eropa telah memperingatkan dampak knock-on yang dimilikinya, dengan mengembalikan pejuang asing yang merupakan ancaman utama bagi publik.

Loading...