Serangan Minyak Arab Saudi, Iran Tekan AS di Tingkat Regional?

Pekerja Minyak Arab Saudi - pojokpos.comPekerja Minyak Arab Saudi - pojokpos.com

RIYADH – Pada Rabu (18/9) malam waktu setempat, pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa Iran ‘tidak diragukan’ berada di balik serangan terhadap ladang mereka akhir pekan kemarin. Riyadh mengatakan, penyelidikan telah menunjukkan bahwa rudal itu tidak ditembakkan dari Yaman barat daya, tetapi datang dari utara. Meski Iran membantah tuduhan tersebut, tetapi pengamat menuturkan bahwa Teheran berusaha untuk meningkatkan tekanan mereka dalam tarik ulur dengan Washington.

Dilansir dari Deutsche Welle, sebelumnya pemerintah AS sudah menuturkan bahwa Iran adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas serangan drone terhadap minyak Arab Saudi. Namun, dalam surat mereka ke Washington, Kementerian Luar Negeri Iran membantah terlibat dalam serangan terhadap ladang minyak milik Arab Saudi.

‘Iran tidak ada hubungannya dengan serangan itu’, menurut surat itu, yang dikirim ke AS melalui Kedutaan Besar Swiss di Teheran. Swiss sendiri mewakili kepentingan Amerika Serikat di Iran. Lebih lanjut, surat itu menyatakan bahwa ‘jika ada tindakan (militer) terhadap Iran, kami akan segera membalas dan dimensi tidak akan terbatas.’

“Strategi Iran persis seperti ini, jika diserang secara militer, seluruh wilayah akan terseret ke dalam perang yang luas. Teheran ingin meningkatkan nilai konflik dengan AS dan sekutunya,” kata Farzaneh Roostaei, seorang jurnalis dan pakar tentang masalah militer Teluk, kepada DW. “Saya tidak percaya bahwa Iran tidak ada hubungannya dengan serangan terhadap ladang minyak Saudi. Jelas bahwa Iran berusaha menekan AS dengan bantuan Houthi dan milisi Syiah lainnya.”

Sebelumnya, pada Mei 2018, AS sudah menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Teheran dan, sejalan dengan strategi ‘tekanan maksimum’, mereka memberlakukan sejumlah sanksi terhadap tersebut. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa tekanan akan memaksa Iran untuk menandatangani perjanjian baru yang komprehensif, yang juga akan mempertimbangkan program politik dan rudal regional Teheran.

Arab Saudi, sekutu AS paling penting di Teluk Persia dan archrival Iran, mendukung kebijakan tekanan maksimum Trump. Pasalnya, selama beberapa dekade, Riyadh dan Teheran telah terlibat dalam tarik-menarik untuk mendapatkan supremasi di Timur Tengah. “Arab Saudi adalah pembeli paling penting dari senjata Amerika. 10% dari semua ekspor senjata AS pergi ke Arab Saudi,” ujar Michael Lüders, seorang ahli Timur Tengah.

Meski begitu, beberapa drone sederhana dikatakan sudah cukup untuk membuat bagian-bagian penting dari industri penghasil minyak terhenti. Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengatakan, serangan tak berawak itu adalah ‘ujian nyata kehendak global’ untuk bereaksi terhadap tindakan-tindakan semacam itu, yang membahayakan keamanan dan stabilitas internasional. Presiden Trump mengumumkan bahwa AS akan ‘secara substansial meningkatkan’ sanksi terhadap Iran.

Iran sebelumnya sudah berada di bawah tekanan besar dari sanksi PBB. Hampir setiap hari, negara menyaksikan protes yang secara brutal ditekan oleh pasukan keamanan. Pada hari Senin (16/9), ratusan pekerja dari Heavy Equipment Production Company (HEPCO) di Arak, Iran barat, turun ke jalan untuk menuntut gaji mereka, yang belum dibayarkan sejak Juni. Pabrikan alat berat terbesar di Timur Tengah sekarang hampir bangkrut.

“Tekanan yang tumbuh dari luar dan dalam Iran memiliki konsekuensi. Kesabaran strategis Iran hampir habis,” papar Ellie Geranmayeh, seorang ahli Iran di European Council on Foreign Relations. “Pada awalnya, Iran berharap bahwa orang-orang Eropa dan China akan membuat semacam ekonomi. Dengan cara ini, bisa menunggu pemilihan presiden berikutnya di AS dan berharap dimenangi Partai Demokrat. Namun, ekonomi yang gagal telah membuat rencana ini pudar.”

Para ahli sendiri menggarisbawahi, pada awalnya, dan dengan cara yang terkendali, Iran melanggar kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir. Sekarang, tampaknya mereka juga sedang membangun tekanan di tingkat regional. Meskipun tingkat keterlibatan Iran dalam serangan di Arab Saudi masih belum diketahui, ambisi dan kemampuan militer Teheran telah menjadi sangat jelas. Para ahli mengatakan bahwa dengan mengejar strategi ini, Iran telah mampu menarik perhatian global, yang dapat berguna untuk mengembalikan embargo minyak AS.

Loading...