Investor Nantikan Data Inflasi AS, Rupiah Rebound ke Level Rp 14.802/USD

Rupiah - pojokpulsa.co.idRupiah - pojokpulsa.co.id

Jakarta dibuka menguat 38 poin atau 0,26 persen ke level Rp 14.802 per dolar AS di awal pagi hari ini, Jumat (14/9). Sebelumnya, Kamis (13/9) sore, Garuda ditutup terdepresiasi 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp 14.840 per USD.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,30 persen menjadi 94,5207 lantaran para pelaku pasar saat ini sedang mencermati sejumlah Amerika Serikat yang baru saja dirilis.

Pada Kamis (13/9), Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa Indeks Konsumen (IHK) AS naik 0,2 persen pada Agustus 2018 dalam basis yang disesuaikan secara musiman. Menurut survei yang dilakukan oleh Reuters, para ekonomi memprediksi adanya kenaikan IHK mencapai 0,3 persen. Kenaikan indeks-indeks untuk tempat tinggal dan energi adalah kontributor utama untuk kenaikan IHK AS.

Kemudian Departemen Tenaga Kerja juga melaporkan bahwa pada pekan yang berakhir 8 September 2018, angka klaim pengangguran awal AS turun sebesar 1.000 menjadi 204.000 dari level yang telah direvisi pekan sebelumnya. Perolehan tersebut tercatat sebagai level terendah untuk klaim awal pengangguran sejak 6 Desember 1969 yang berada pada angka 202.000.

Rupiah sendiri sebelumnya sempat tergelincir di pasar spot lantaran adanya wacana Presiden Amerika Serikat, Donald Trum yang berencana untuk tetap memberlakukan impor pada China. Wacana tersebut menurut Direktur Garuda Berjangka Ibrahim otomatis berhasil membuat dolar AS melambung.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih menambahkan jika sepanjang perdagangan hari ini gerak rupiah akan dipengaruhi oleh data inflasi Amerika Serikat. “Sentimen yang berhubungan dengan selalu mempengaruhi indeks dollar AS, yang otomatis berdampak pada rupiah,” kata Lana, seperti dilansir Kontan. Sebagai informasi, data inflasi AS pada bulan Agustus 2018 hanya tercatat sebesar 0,2 persen, lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 0,3 persen.

Loading...