Insiden Armenia 1915, Turki Tolak Resolusi DPR AS

pemandangan wisata di Turki - www.jawapos.compemandangan wisata di Turki - www.jawapos.com

ANKARA – Perseteruan antara AS dan tampaknya masih belum akan berakhir. Setelah serangan terhadap pasukan Kurdi di Suriah beberapa waktu lalu, kabar terbaru menyebutkan bahwa menolak resolusi ‘genosida’ yang disampaikan US House of Representatives (DPR AS) mengenai serangan oleh Kerajaan Ottoman terhadap warga Armenia yang terjadi pada tahun 1915 silam.

“Kami menolak resolusi HR 296 yang berjudul ‘Affirming the United States Record on the Armenian Genocide’ yang diadopsi hari ini oleh DPR AS,” kata Kementerian Luar Negeri Turki pada Rabu (30/10) waktu setempat, dilansir TRT World. “Resolusi itu, yang tampaknya telah dirancang dan dikeluarkan untuk domestik, tidak memiliki dasar historis atau .”

Kementerian setempat melanjutkan, memperhatikan bahwa resolusi itu tidak mengikat secara hukum dan merupakan ‘langkah yang tidak berarti’, itu hanya ditujukan kepada lobi Armenia dan -kelompok anti-Turki. “Mereka yang merasa dikalahkan karena tidak mampu mencegah Operasi Peace Spring akan sangat keliru seandainya mereka berpikir bisa membalas dendam dengan cara ini,” sambung Kementerian Luar Negeri Turki, merujuk operasi anti-teror Turki di Suriah.

“Resolusi yang ada bertentangan dengan hukum karena merupakan suatu pelanggaran terhadap prinsip-prinsip yang didefinisikan dalam Konvensi 1948 tentang Pencegahan dan Hukuman Kejahatan Genosida,” tambah mereka. “Sebaliknya, Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia memberikan penilaian tonggak yang menetapkan bahwa peristiwa 1915 merupakan subjek yang sah untuk diperdebatkan.”

Kementerian juga menggarisbawahi bahwa debat tentang peristiwa-peristiwa tersebut adalah tentang , bukan mengenai politik. Bahkan, menurut mereka, tidak diragukan lagi bahwa resolusi ini akan berdampak negatif pada citra AS di depan opini publik Turki karena juga membuat martabat DPR AS menjadi lebih buruk.

Juru Bicara Kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, juga mengutuk resolusi tersebut. Lewat akun Twitter, ia menuliskan bahwa resolusi Armenia dari DPR AS adalah salah satu memalukan menggunakan sejarah sebagai alat politik. “Mereka yang menuduh Turki melakukan genosida harus melihat sejarah mereka terlebih dahulu dan sejarah berdarah kelompok teror ASALA dan PKK,” tandasnya.

Didirikan pada tahun 1975, kelompok teror Armenia, ASALA, bertanggung jawab atas ratusan serangan teroris berdarah. Pasukan ini menewaskan lebih dari 30 diplomat dan pejabat Turki dalam berbagai serangan selama dekade itu. Sementara itu, dalam lebih dari 30 tahun kampanye melawan Turki, PKK, yang memiliki cabang YPG di Suriah, bertanggung jawab atas kematian 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak, dan bayi.

Menurut versi Turki, pada peristiwa 1915, kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa pihak lebih condong pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman. Turki menolak presentasi insiden itu sebagai ‘genosida’, menggambarkan peristiwa 1915 sebagai tragedi dengan kedua pihak menderita korban. Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia plus para pakar internasional untuk menganalisis masalah ini.

Loading...