Ingin Transfer Uang? Ketahui Jam Offline Bank Mandiri Berikut!

Transfer Uang Bank Mandiri - www.infoperbankan.comTransfer Uang Bank Mandiri - www.infoperbankan.com

Setiap bank yang ada di Indonesia seperti BCA, BRI, BNI, termasuk umumnya menyediakan layanan 24 jam untuk melakukan , penarikan, , , dan sebagainya. Akan tetapi pada jam-jam tertentu biasanya seperti transfer akan sedikit tertunda karena melakukan pada jam offline bank. Lalu kapan saja sebenarnya offline Bank Mandiri?

Di situs resminya sendiri pihak Bank Mandiri memang tidak membeberkan secara detail kapan jadwal offline hariannya. Namun berdasarkan penelusuran dari berbagai sumber, jadwal offline Bank Mandiri hari Senin sampai Jumat berlangsung mulai pukul 22.45-04.00 WIB, sedangkan hari Sabtu dan Minggu dimulai jam 22.00-05.00 WIB.

Transfer uang yang dilakukan pada kurun waktu offline Bank Mandiri tersebut biasanya baru masuk pada keesokan harinya di luar jam offline Mandiri. Jam offline tersebut diberlakukan untuk berbagai layanan seperti Mandiri Online internet banking, Mandiri Clickpay, Mandiri SMS, dan Mandiri Call. Akan tetapi dalam beberapa kasus biasanya masih ada nasabah yang tetap bisa melakukan transfer secara cepat ke sesama pemilik Mandiri melalui ATM. Sayangnya untuk transfer ke bank lain biasanya membutuhkan waktu sedikit lebih lama dibandingkan transfer ke sesama bank.

Transfer antar bank biasanya dikenai biaya sekitar Rp 6.500 per transaksi. Namun karena Bank Mandiri termasuk anggota Himbara, maka transfer dari Bank Mandiri ke 3 bank lain sesama anggota Himbara seperti BNI, BRI, dan BTN hanya dikenai biaya Rp 4.000 saja. Bahkan saat ini muncul wacana yang menyebutkan bahwa ke depannya biaya transfer antar bank BUMN akan dihapuskan secara bertahan.

“Kan sekarang masih Rp 4.000 diarahkan ke sana (gratis) secara bertahap. Bisa Efisien sehingga nasabah holding standarnya sama,” kata Direktur Utama BTN Maryono, seperti dilansir Metrotvnews.

Biaya transfer antar bank BUMN ini kemungkinan akan dihapuskan setelah holding jasa keuangan terbentuk. Saat ini perusahaan induk (holding) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor jasa keuangan masih menanti proses persetujuan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tak hanya biaya transfer gratis, holdingisasi akan menciptakan efisiensi dengan dibuatnya ATM yang sama untuk semua bank pelat merah.

Loading...