Ingin Mengelola Franchise d’BestO? Ini Info Biayanya!

dbesto

waralaba atau franchise di memang menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Bahkan, pada tahun 2017 mendatang, pasar waralaba diperkirakan tumbuh sekitar 10 hingga 12 persen menjadi Rp189 hingga Rp192 triliun dari estimasi tahun ini yang mencapai Rp172 triliun. Tumbuhnya waralaba-waralaba baru dan dukungan akan membuka peluang ini tumbuh dua digit pada tahun depan.

Menurut catatan , hingga November 2016, telah ada 689 waralaba dengan 24.400 gerai yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Melihat fakta tersebut, bergelut dalam bisnis waralaba menjadi salah satu peluang usaha yang bisa dimanfaatkan banyak orang, terutama mereka yang masih pemula.

Salah satu usaha franchise yang bisa dilirik mereka yang ingin berbisnis waralaba adalah d’BestO Chicken & Burger. Pasalnya, makan cepat saji ayam goreng dan burger ini telah menjadi salah satu anak muda dan , terbukti dengan tersebarnya gerai mereka di beberapa kota di Indonesia dengan kemitraan.

Meski menu yang disajikan nyaris sama dengan franchise makanan cepat saji lainnya, seperti ayam goreng, burger, spaghetti, hingga kentang goreng, merek dagang yang resmi digunakan pada tahun 2009 ini menawarkan harga yang relatif miring. Harga paket Super Besar 1 misalnya, yang terdiri dari nasi, ayam goreng, dan minuman, ditawarkan mulai Rp15.000.

Bagi yang ingin menjadi mitra atau investor, d’BestO menawarkan dua paket kemitraan berbeda. Untuk investor yang ingin bekerja sama dengan d’BestO, mereka harus menyiapkan biaya sebesar Rp400 juta. Untuk paket franchise, dengan uang tersebut, investor akan diberikan perbaikan tempat, peralatan memasak, bahan baku awal, para karyawan, koki, dan marketing. Jadi, investor tinggal menyediakan tempat di lokasi yang strategis.

“Untuk pembagian keuntungan franchise, investor cukup membayar loyalty,” jelas Konsultan SDM, Sistem, dan Management d’BestO, Suwiryo Cokro. “Satu sampai dua tahun, investor cukup membayar 2,5 persen dari profit yang didapatkan selama sebulan. Sementara, setelah dua tahun, akan dinaikkan menjadi 3,5 persen dari hasil profit.”

Loading...