Inggris Memutuskan Keluar, Uni Eropa Goyah

brexit dan uni eripa

Semakin jelasnya status Inggris yang memutuskan untuk keluar dari Uni bakal menimbulkan situasi panas di dunia global.  (British Exit) bisa memicu keluarnya negara lain dari keanggotaan Uni , kekhawatiran pasar saham, hingga isu perpecahan di tubuh negara Inggris Raya sendiri.

Suara yang memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa telah melewati ambang batas 16,8 juta suara atau 51,7%. Sementara, kantor berita BBC telah memperkirakan suara yang keluar akan unggul dengan margin 52% berbanding 48%. Meski ada sisa suara yang belum dihitung, tetapi jumlah suara yang mendukung Inggris keluar sudah tidak dapat dilampaui

“Fajar menyingsing menyambut independensi Inggris Raya,” seru pemimpin partai anti-Brussels, U.K. Independent Party, Nigel Farage. “Ini akan menjadi kemenangan bagi orang-orang yang sebenarnya.”

Farage pun meminta Perdana Menteri Inggris, David Cameron, untuk mundur dari jabatannya. Cameron sendiri merupakan pemimpin untuk kampanye Inggris agar tetap berada dalam lingkup Uni Eropa. Cameron diharapkan berpidato tak lama setelah hasil resmi referendum diumumkan.

Sementara itu, bursa saham Tokyo terpantau anjlok lebih dari 1.000 poin pada (24/6) siang, dengan pound hampir 10% terhadap AS menjadi 1,34 AS yang sekaligus menandakan saham UK. Sebaliknya, sebagai kurs safe haven, melonjak lebih dari 5% terhadap greenback.

“Westminster, Brussels, Bank of England, dan European Central Bank akan berada di bawah tekanan untuk memenangkan pasar,” ujar Head of UK Investment Office di UBS Wealth Management, Bill O’Neill. “Tetapi, pasar tidak akan menunggu. Mereka adalah mesin diskon yang akan mengeluarkan reaksi pertama secara berlebihan.”

Di sisi lain, para pemimpin Eropa telah menyatakan kekhawatiran mereka bahwa keluarnya Inggris bisa memicu referendum lain pada keanggotaan Uni Eropa di seluruh benua. Perancis, Austria, , dan Belanda merupakan suara populer, sementara partai-partai kiri ekstrim di Eropa bagian selatan juga telah bangkit melawan Brussels atas kebijakan penghematan.

Loading...