Inflasi Melandai, Rupiah Bangkit Berakhir Menguat

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (2/3) sore - tirto.id

JAKARTA – Rupiah mampu bangkit ke zona hijau pada perdagangan Senin (2/3) sore, setelah Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia sepanjang Februari 2020 dilaporkan lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup menguat 53 poin atau 0,38% ke level Rp14.265 per .

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang bulan Februari 2020, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,28%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,39%. Dengan angka inflasi ini, berarti inflasi tahun kalender sebesar 0,66% dan secara tahun ke tahun sebesar 2,98%.

“Kalau kita lihat perkembangan tingkat inflasi 0,28% di Februari 2020, dibandingkan Januari, lebih rendah. Namun, bila dibandingkan Februari 2019, inflasi sekarang lebih tinggi, karena Februari 2019 terjadi deflasi -0,08%,” terang Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Yunita Risanti. “Untuk inflasi year-on-year, lebih tinggi dibandingkan Februari 2019, dibandingkan Januari 2020 juga lebih tinggi.”

Jika dilihat satu per satu, lanjut Yunita, yang memberi sumbangan inflasi adalah kelompok makanan dan minuman. bawang putih punya andil terbesar terhadap inflasi, yakni mencapai 0,09%. Sementara itu, cabai merah punya andil 0,06%, sedangkan daging ayam ras dan jeruk masing-masing punya andil terhadap inflasi sebesar 0,0,2%.

Sebelumnya, (BI) memperkirakan laju inflasi pada Februari 2020 berada pada kisaran 0,31%, atau lebih rendah dari Januari 2020 yang sebesar 0,39%. Menurut Gubernur , Perry Warjiyo, komoditas penyumbang inflasi pada Februari 2020 adalah bawang putih yang menyumbang andil inflasi 0,1%, cabai merah 0,07%, dan beras 0,02%.

Dari pasar global, indeks dolar harus rela bergerak lebih rendah pada perdagangan awal pekan, termasuk terhadap yen Jepang dan euro, karena investor menaikkan prediksi mereka bahwa Federal Reserve akan memangkas acuan untuk melindungi dari serangan . Mata uang Paman Sam terpantau melandai 0,164 poin atau 0,17% ke level 97,968 pada pukul 11.19 WIB.

Dilansir Reuters, seiring saham AS yang ‘terpinggirkan’ dalam beberapa hari terakhir, Gubernur The Fed, Jerome Powell, pada Jumat (28/2) kemarin menuturkan bahwa pihaknya akan bertindak sesuai untuk mendukung ekonomi dalam menghadapi risiko yang ditimbulkan oleh epidemi coronavirus. Investor menganggap itu sebagai petunjuk bahwa bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan dalam rapat pertengahan Maret mendatang.

Loading...