Inflasi Terkendali, Rupiah Terangkat 59 Poin di Penutupan

rupiah-kuat

Rilis data September 2016 yang terkendali ternyata mampu menopang laju rupiah untuk bergerak ke zona hijau pada perdagangan awal pekan (3/10) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mampu di teritori dengan menguat 59 poin atau 0,45% ke level Rp12.983 per AS.

Penguatan rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka menguat 28 poin atau 0,21% ke level Rp13.014 per dolar AS. Siang hari, spot meninggalkan level Rp13.000 dengan kembali naik 49 poin atau ke posisi Rp12.993 per dolar AS. Kemudian, jelang tutup dagang atau pukul 15.46 WIB, spot makin perkasa dengan melambung 60 poin atau 0,46% ke level Rp12.982 per dolar AS.

Senin pagi tadi, Badan Pusat Statistik () memang melaporkan indeks (IHK) September mengalami inflasi sebesar 0,22%. Dengan demikian, inflasi tahun kalender 2016 sebesar 1,97%, sedangkan inflasi YoY (year on year) September 2016 mencapai 3,07%.

“Perkembangan bulan ke bulan hingga September 2016 menunjukkan inflasi sangat terkendali,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto. “Begitu juga dengan inflasi tahunan, yang menunjukkan sejak Januari hingga September 2016, selalu berada di bawah angka inflasi tahunan pada tahun lalu.”

Ditambahkan Suhariyanto, terjadinya inflasi pada September memang masih terpengaruh hari raya Idul Fitri. Penyumbang inflasi antara lain jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,34%. Kemudian, , rekreasi, dan olahraga sebesar 0,52%, serta kesehatan sebesar 0,33%.

Meski begitu, angka inflasi tahun ini diyakini tetap terkendali hingga akhir tahun. “Sekarang, memang ada kenaikan tipis. Tetapi, angka inflasi year on year di bawah angka year on year 2015 sehingga situasi tahun ini lebih terkendali. Tiga bulan ke depan diharapkan tetap terkendali,” sambungnya.

Sementara itu, Analis MNC Securities, Victoria Venny, mengatakan bahwa penguatan rupiah hari ini berasal dari sentimen positif tax amnesty yang berhasil merealisasikan dana tebusan di atas 50% dari target. “Pencapaian tax amnesty di periode pertama melebihi ekspektasi sehingga melambungkan mata uang domestik,” katanya.

Loading...