Inflasi Terkendali, Rupiah Berakhir Positif

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (1/7) sore - www.inews.id

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di area hijau pada Senin (1/7) sore menyusul laporan terbaru yang menyatakan bahwa inflasi domestik dalam negeri masih dalam level terkendali. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda menguat 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.113 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.117 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,17% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.141 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,46% dialami baht Thailand.

Badan Pusat Statistik () melaporkan bahwa sepanjang bulan Juni 2019, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,55%. Dengan inflasi tersebut, berarti inflasi tahun kalender 2019 atau sepanjang Januari hingga Juni tercatat sebesar 2,05%, sedangkan inflasi dari tahun ke tahun adalah 3,28%, atau masih dalam taraf terkendali.

“Penyebab utama inflasi pada Juni 2019 adalah kenaikan cabai merah yang memberikan andil 0,20% terhadap inflasi. Selain itu, kenaikan segar karena cuaca yang kurang mendukung di beberapa daerah, sehingga memberikan andil inflasi 0,05%,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. “Selain itu kelompok sandang dan emas juga menjadi penyebab utama inflasi.”

Ke depan, Suhariyanto berharap agar inflasi dalam negeri dapat tetap terkendali, karena pemerintah sudah melakukan berbagai kebijakan di antaranya dengan komunikasi bersama pemerintah daerah. Sebab, menurutnya, inflasi nasional terjadi karena inflasi berasal dari 82 kota, sehingga komunikasi menjadi salah satu faktor penting.

Dari global, indeks dolar AS relatif bergerak pada hari Senin, termasuk terhadap yen Jepang, setelah AS dan China dikabarkan sudah sepakat untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan mereka. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,406 poin atau 0,42% menuju level 96,536 pada pukul 13.26 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, setelah bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20, Osaka, Jepang, pada Sabtu (29/6) waktu setempat, , Donald Trump, menyatakan akan menahan pengenaan tarif baru. Sebagai kompensasi, China juga akan membeli lebih banyak produk pertanian dari AS.

Loading...