Inflasi Sangat Tinggi, Ekonomi Venezuela Paling Menyedihkan di Dunia

Ekonomi Venezuela Paling Menyedihkan di Dunia - www.brookings.eduEkonomi Venezuela Paling Menyedihkan di Dunia - www.brookings.edu

SINGAPURA – Venezuela kembali menjadi dengan paling buruk di dunia berdasarkan ’s Misery Index baru-baru ini, atau kelima secara beruntun. Inflasi yang diproyeksikan akan mencapai 8 juta persen pada tahun 2019 telah membuat di kawasan Amerika Selatan tersebut harus menerima ‘gelar’ sebagai ekonomi paling menyedihkan di muka Bumi.

Dilansir dari The Straits Times, Venezuela telah bertarung melawan inflasi yang tinggi, di samping tingkat pengangguran yang juga tinggi. Sementara, sebagian besar pembuat kebijakan negara lain tahun ini menghadapi tantangan yang sangat berbeda, dengan kombinasi dari inflasi yang tenang dan pengangguran yang lebih rendah, yang memperumit pembacaan kesehatan ekonomi dan respons yang sesuai.

Bergabung dengan Venezuela dalam kelompok negara yang paling tertekan secara ekonomi adalah Argentina, Afrika Selatan, Turki, Yunani, dan Ukraina. Masing-masing mempertahankan peringkat yang sama dengan tahun lalu, menunjukkan tekanan ekonomi yang kuat dan sedikit kemajuan dalam menjinakkan kenaikan dan membuat orang kembali bekerja.

Tren pertumbuhan harga dalam indeks kesengsaraan sedikit berubah dari tahun lalu, ketika kekhawatiran inflasi merambat meningkatkan skor bagi banyak negara. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg melihat hampir setengah dari 62 ekonomi dengan tingkat inflasi lebih rendah daripada tahun 2018 kemarin, sedangkan mayoritas diperkirakan akan melihat penurunan pengangguran.

Sementara itu, Thailand sekali lagi mengklaim gelar ekonomi ‘paling tidak sengsara’, meskipun cara unik menghitung angka pengangguran membuatnya kurang penting dibandingkan dengan peningkatan Swiss dan Singapura yang mengklaim urutan ketiga. Adapun Amerika Serikat, berada di posisi ke-13 dan Inggris meningkatkan empat tempat ke peringkat ke-16.

Bloomberg’s Misery Index bergantung pada konsep kuno bahwa inflasi rendah dan pengangguran pada umumnya menggambarkan betapa baiknya ekonomi. Skor tahun ini didasarkan pada survei ekonom Bloomberg, sementara tahun-tahun sebelumnya mencerminkan aktual. Terkadang, penghitungan dapat menyesatkan dalam kategori mana pun. Misalnya, harga yang rendah terus-menerus bisa menjadi pertanda yang buruk, dan pengangguran yang terlalu rendah membelenggu pekerja yang ingin beralih ke pekerjaan yang lebih baik.

Gejolak ekonomi pada tahun 2018 diketahui telah mengubah pikiran para gubernur bank sentral di seluruh dunia. negara berkembang, yang bergegas untuk mengetatkan kebijakan tahun lalu di tengah AS yang lebih kuat dan inflasi yang mengintai, melihat gelombang nada dovish sejak awal 2019. Dana Moneter Internasional (IMF) adalah salah satu lembaga yang telah berulang kali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Loading...