Inflasi Juli 0,28%, Rupiah Drop di Rabu Sore

Rupiah - www.tangandiatas.comRupiah - www.tangandiatas.com

Rupiah tidak mampu keluar dari area merah sepanjang Rabu (1/8) ini setelah Indonesia dilaporkan mengalami sebesar 0,28% sepanjang bulan Juli, plus kenaikan yang terus dilakukan oleh indeks . Menurut Index pukul 15.59 WIB, NKRI ditutup melemah 26 poin atau 0,18% ke level Rp14.440 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat super tipis 1 poin atau 0,01% di posisi Rp14.414 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (31/7) kemarin. Pagi tadi, mata uang Garuda berbalik melemah 25 poin atau 0,17% ke level Rp14.439 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak memiliki tenaga untuk bangkit ke area hijau.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks (IHK) sepanjang bulan Juli meningkat 0,28% secara bulanan (month to month). Sementara, inflasi tahun kalender Januari-Juli 2018 tercatat sebesar 2,18% dan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,18%. Dua penyebab inflasi di bulan lalu adalah telur ayam ras yang menyumbang andil inflasi 0,08% dan daging ayang ras sebesar 0,07%.

“Untuk bahan makanan, ada beberapa komoditas yang dominan menyumbang inflasi,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. “Pertama, seperti yang diduga, andil terbesar inflasi disumbang telur ayam ras dan daging ayam ras. Sebulan terakhir, andil inflasi sebesar 0,08% dan kenaikan harga telur ini terjadi di 72 kota IHK, bahkan naik 21% di Banjarmasin.”

Sementara itu, dari , indeks dolar AS bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, setelah ada kabar yang menyebutkan bahwa Gedung Putih akan mengusulkan tarif lebih tinggi terhadap produk impor asal China senilai 200 miliar dolar AS. Mata uang Paman Sam terpantau naik 0,059 poin atau 0,06% ke level 94,613 pada pukul 10.56 WIB.

Diberitakan Reuters, pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan akan mengusulkan kenaikan tarif menjadi 25% dari rencana tarif sebelumnya sebesar 10% terhadap produk impor asal Negeri Panda senilai 200 miliar dolar AS. Sebelumnya, AS sudah mengenakan tarif 25% terhadap produk-produk senilai 34 miliar dolar AS dari Negeri Tirai Bambu.

Loading...