Inflasi Februari Rendah, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (1/3) sore - www.idntimes.com

JAKARTA – tidak sanggup mengangkat posisi ke area hijau pada perdagangan Senin (1/3) sore ketika bulan Februari 2021 dilaporkan lebih lambat, menandakan dampak pandemi belum sepenuhnya mereda. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.255 per dolar AS.

Sementara itu, yang diterbitkan Bank Indonesia pukul 10.00 WIB menempatkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.300 per dolar AS, terkoreksi 71 poin atau 0,49% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.229 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia justru mampu mengungguli , menyisakan rupiah, rupee India, dan yen Jepang di area merah.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik () mengumumkan inflasi nasional bulan Februari 2021 yang sebesar 0,1% secara bulanan, tidak jauh dari konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia, yang memperkirakan inflasi 0,08%, serta prediksi survei Reuters yang memproyeksikan inflasi 0,9%. Tingkat inflasi sepanjang bulan kemarin mengalami perlambatan dibandingkan bulan Januari 2021.

“Inflasi ini jauh lebih lambat kalau dibandingkan dengan inflasi Januari 2021 dengan tingkat inflasi 0,26% secara bulanan, juga lebih lambat daripada posisi Februari 2020 yang tercatat mengalami inflasi 0,28% month-to-month,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. “Jadi, ini mengindikasikan bahwa sampai dengan akhir Februari 2021, dampak pandemi -19 masih terus membayang-bayangi perekonomian, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.”

Meski demikian, perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari kemarin menunjukkan adanya kenaikan. Dari 90 kota, 75 kota di antaranya mengalami inflasi, sedangkan 15 sisa kota lainnya mengalami deflasi. “Inflasi terbesar tercatat di Mamuju karena kita mengetahui bahwa saudara-saudara kita sedang ditimpa musibah gempa bumi,” sambung Suhariyanto.

Dari pasar , dolar Australia dan mata uang berisiko lainnya memulihkan beberapa penurunan terhadap greenback pada hari Senin, setelah mengalami penurunan terbesar dalam setahun pada akhir pekan lalu, di tengah aksi jual yang kuat di pasar . Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,055 poin atau 0,06% ke level 90,824 pada pukul 12.38 WIB.

Loading...