Inflasi AS Diprediksi Lebih Rendah, Rupiah Dibuka Melemah 6 Poin

rupiah - www.solopos.comrupiah - www.solopos.com

Jakarta mengawal pagi hari ini , Kamis (11/1) dengan pelemahan sebesar 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp 13.431 per AS. Kemarin, Rabu (10/1) Garuda berakhir terapresiasi 0,1 persen atau 13 poin ke posisi Rp 13.425 per USD usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.419 hingga Rp 13.458 per AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau terhadap sebagian besar mata uang utama. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,19 persen menjadi 92,351 lantaran para pelaku saat ini tengah mencermati impor dan Amerika Serikat yang baru saja dirilis.

Departemen melaporkan pada Rabu (10/1) bahwa -harga impor AS naik 0,1 persen pada Desember 2017 menyusul kenaikan 0,8 persen dalam 2 dari 3 bulan sebelumnya. Indeks tersebut belum mencatat penurunan bulanan sejak melemah 0,2 persen pada bulan Juli 2017.

Sedangkan harga-harga untuk impor AS naik 3,0 persen pada 2017 setelah mengalami kenaikan 1,9 persen tahun sebelumnya. Di sisi lain, harga-harga untuk ekspor AS turun 0,1 persen pada Desember, angka ini merupakan penurunan bulanan pertama untuk indeks sejak penurunan 0,1 persen pada Juni. Harga-harga ekspor naik 2,6 persen tahun 2017 menyusul kenaikan 1,3 persen tahun sebelumnya.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, dolar AS saat ini sedang tertekan lantaran terkena sentimen negatif usai Bank of Japan (BoJ) memutuskan mengurangi stimulus. Jepang dilaporkan melakukan pengetatan moneter dengan mengurangi pembelian obligasi bertenor 10 tahun-25 tahun dan obligasi 25 tahun-40 tahun, nilai pengurangannya masing-masing mencapai 10 miliar yen.

“Ini membuat dollar AS mengalami pelemahan,” ujar Lukman Leong, Analis Valbury Asia, seperti dilansir Kontan. Meski demikian, Lukman menilai jika pelemahan the Greenback ini sifatnya hanyalah teknikal. Oleh sebab itu para analis melihat rupiah cenderung menguat sementara.

Lukman juga memperkirakan apabila data inflasi Amerika Serikat yang dilaporkan pada Jumat (12/1) masih sesuai dengan perkiraan pasar, maka indeks dolar AS berpeluang untuk kembali menguat. Para pelaku pasar memprediksi jika inflasi AS Desember 2017 mencapai 0,1%, lebih rendah dari inflasi November yang mencapai 0,4%. Sedangkan dari domestik masih belum ada sentimen positif untuk mendukung gerak rupiah.

Loading...