Industri Otomotif Masuki Era Baru, ‘Langkah Mudah’ Toyota Berakhir?

Industri Otomotif Masuki Era Baru

NAGOYA – Selama empat tahun berturut-turut, memang mampu menjual 10 juta unit kendaraan. Namun, langkah mudah pabrikan asal Jepang tersebut diperkirakan segera berakhir seiring dengan terobosan seperti dan Google yang merambah seperti yang terhubung, penggerak sendiri, kendaraan listrik, dan layanan ride-sharing.

Diberitakan Nikkei, dalam rapat pemegang tahunan pada hari Rabu (14/6) lalu, 5.227 investor melontarkan pertanyaan pada manajemen atau menuntut tindakan terkait dengan perkembangan industri otomotif terakhir. Seseorang mengutarakan bahwa perusahaan seperti Google dan Apple telah membuat terobosan baru ke industri otomotif dan menginginkan Toyota berusaha lebih keras, sedangkan yang lain bertanya apa yang bakal dilakukan perusahaan merespons yang diperkirakan turun untuk tahun fiskal yang berakhir Maret mendatang.

Tahun fiskal ini, Toyota memperkirakan penjualan konsolidasinya sedikit menyusut, menjadi 27,5 triliun yen (250 miliar dolar AS). Hal ini juga berimbas pada penurunan laba operasional sekitar 20 persen menjadi 1,6 triliun yen. Selama 18 tahun sebelumnya, Toyota belum pernah melihat profit operasional turun dua kali berturut-turut.

“Kami sekarang berada pada titik balik yang utama,” kata Presiden Toyota, Akio Toyoda. “Perusahaan akan mempertimbangkan semua opsi, termasuk merger dan akuisisi. Dengan kata lain, pemegang saham perlu memahami bahwa perusahaan harus mengeluarkan uang untuk berubah seiring berjalannya waktu.”

Rencana reformasi Toyota mencakup pengenalan sistem perusahaan in-house, upaya untuk menciptakan unit organisasi yang lebih kecil dan nimban, bersama dengan desain dan metode pengembangan baru yang diberi nama Toyota New Global Architecture. Ini juga berinvestasi pada kecerdasan buatan.

Meski demikian, lingkungan bisnis semakin matang yang dibuktikan dengan persediaan kendaraan yang tidak terjual di AS membengkak di atas 4 juta unit untuk pertama kalinya sejak 2005. Perang harga semakin menambah tekanan, dengan saingan seperti General Motors menawarkan insentif kepada yang setara dengan 400 ribu yen per kendaraan.

Di samping itu, kemajuan teknologi dan AI yang pesat telah mengadu Toyota melawan perusahaan seperti Google dan Apple. Kompetisi baru ini adalah tentang mobil yang terhubung dan teknologi penggerak sendiri. Uber Technologies juga muncul sebagai ancaman dengan telah memiliki 1 juta pelanggan harian di 500 kota di dunia meski baru beroperasi delapan tahun.

Lalu, ada juga produsen mobil yang terlihat lebih mirip perusahaan teknologi, yaitu Tesla. Tesla mampu menutup dengan pendapatan 51 miliar dolar AS pada bulan April, melebihi General Motors yang menjual kendaraan 100 kali lebih banyak. “Tesla mungkin terlihat seperti produsen mobil, namun model bisnisnya seperti iPhone,” kata salah seorang eksekutif Toyota.

Loading...