Indonesia Kembali Deflasi, Rupiah Tetap Ditutup Menguat

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

JAKARTA – ternyata sanggup mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Kamis (1/10) sore ketika Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia sepanjang September kemarin kembali mengalami . Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 45 poin atau 0,30% ke level Rp14.835 per AS.

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menempatkan referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.876 per dolar AS, menguat 42 poin dari sebelumnya di level Rp14.918 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, hampir seluruh mata uang mampu mengungguli , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,26% dialami rupee India.

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini mengumumkan bahwa sepanjang bulan September 2020, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,05%. Deflasi pada September ini membuat laju IHK sepanjang tahun kalender mengalami inflasi sebesar 0,89% year-to-date, sedangkan laju IHK tahunannya tercatat berada di posisi inflasi sebesar 1,42% year-on-year.

“Dengan deflasi 0,05%, terjadi deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Pada Juli, deflasi 0,10%, Agustus deflasi 0,05%, dan September deflasi 0,05%,” tutur Kepala BPS, Suhariyanto. “Deflasi terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,37%. Kelompok tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,09% pada angka deflasi September 2020.”

Deflasi selama tiga bulan beruntun ini menandakan bahwa Indonesia hampir pasti masuk jurang resesi. Bahkan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian (Kemenkeu), Febrio Kacaribu, memastikan Indonesia sudah masuk ke jurang resesi. Menurutnya, perlambatan sebenarnya sudah terlihat di awal tahun ini. Untuk kuartal III, Febrio memproyeksi perekonomian akan kembali minus 2,9% hingga 1%.

Dari global, indeks dolar AS berada dalam posisi defensif untuk satu minggu terendah pada hari Kamis, karena data AS yang kuat dan harapan baru untuk stimulus fiskal AS membuat investor cukup percaya diri tentang prospek pemulihan ekonomi untuk mencari mata uang yang lebih berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,214 poin atau 0,23% ke level 93,672 pada pukul 11.51 WIB.

Loading...