Indeks Manufaktur AS Membaik, Rupiah Dibuka Melemah Tipis

Indeks manufaktur AS yang diumumkan membaik mengatrol laju dolar AS sehingga melemahkan mata uang Garuda pada awal Selasa (4/10) ini. Namun, penguatan rupiah diprediksi tetap bertahan seiring naiknya mentah .

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan tipis 4 poin atau 0,03% ke level Rp12.987 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.21 WIB, spot masih 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp12.986 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau bergerak naik 0,15% ke 95,835.

“Penguatan rupiah berpeluang bertahan pada hari ini,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Pasalnya, harga minyak mentah yang terus naik, bahkan Brent sudah di atas level 50 dolar AS per barel, bakal menjadi penyokong laju mata uang .”

Minyak mentah jenis WTI kontrak November ditutup naik 1,2% ke level 48,81 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara, minyak Brent pengiriman November juga naik 1,4% ke posisi 50,89 dolar AS per barel. Harga minyak mentah naik seiring optimisme baru dari kesepakatan produksi negara-negara anggota .

Meski begitu, rilis indeks manufaktur AS yang naik cukup tajam semalam mampu membuat mata uang Paman Sam menguat, meski tipis. Indeks manufaktur Institute for Supply Management naik menjadi 51,5 dari 49,4 di bulan Agustus. Angka di atas 50 menandakan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menandakan adanya kontraksi.

“Di sisi lain, kasus Deutsche Bank masih menjaga kekhawatiran di pasar ,” sambung Rangga. “Ini membuat indeks dolar sebagai aset safe haven meningkat.”

Senada, Kepala NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada, juga memprediksi mata uang domestik bakal mampu mempertahankan tren positif sepanjang hari ini. Rilis data di bulan September direspon cukup positif oleh pasar dan berimbas pada menguatnya rupiah. “Rupiah hari ini bakal bergerak di kisaran resisten Rp12.942 dan support Rp13.020 per dolar AS,” kata Reza.

Loading...