Imbal Treasury AS Melonjak, Rupiah Ditutup Anjlok 0,55%

Rupiah - www.lintasgayo.comRupiah - www.lintasgayo.com

JAKARTA – Rupiah lagi-lagi harus rela terkubur di teritori merah pada perdagangan Rabu (12/8) sore, ketika laju greenback sangat perkasa di pasar Asia karena didukung pergerakan imbal hasil AS yang melonjak tajam. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda melorot 80 poin atau 0,55% ke level Rp14.760 per AS.

Sementara itu, pagi tadi menetapkan kurs Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.777 per , terdepresiasi 49 poin atau 0,33% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.728 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya melawan greenback, termasuk yuan China, yen Jepang, dan dolar Singapura.

“Ada potensi pelemahan rupiah. Nilai tukar regional sudah terlihat melemah di awal perdagangan hari ini,” tutur Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, dilansir Antara. “Dolar AS terlihat menguat sejak semalam karena indikasi pemulihan di Negeri Paman Sam dari rilis data tenaga kerja dan indeks produsen bulan Juli yang lebih baik dari proyeksi.”

Indeks dolar AS memang beringsut ke depan pada hari Rabu, karena lonjakan imbal hasil AS mendorongnya lebih tinggi terhadap yen Jepang, sementara dolar Selandia Baru sempat mencapai level terendah satu bulan setelah bank sentral setempat memperpanjang program pembelian . Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,070 poin atau 0,07% ke level 93,698 pada pukul 14.52 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, imbal hasil utang AS 10-tahun, yang naik ketika harga obligasi turun, membuat kenaikan paling tajam dalam dua bulan pada Selasa (11/8) kemarin menjelang lelang 10-tahun. Hal tersebut memicu gelombang penjualan emas, yang semakin dalam di Asia, dan telah menekan yen karena pengembalian yang lebih baik atas utang AS memikat investasi zero-yielding dari Jepang.

Lonjakan imbal hasil didorong oleh reposisi menjelang penerbitan utang besar pada minggu ini dan indikasi bahwa pemulihan global tampak lebih luas dan lebih kuat, yang agaknya dibantu oleh Rusia yang memuji persetujuan -19. “ telah memosisikan diri untuk membeli kembali dolar AS yang telah mereka jual terhadap yen,” kata kepala strategi FX di Daiwa Securities, Mitsuo Imaizumi.

Loading...