Iklim Perdagangan Kondusif, Rupiah Melambung 139 Poin

Jakarta – Mata uang Garuda ditutup terapresiasi hingga 139 poin pada penutupan perdagangan Rabu. diketahui tajam 1,04% ke level Rp 13.256 per AS di akhir perdagangan sesi II sore ini (30/3).

Aura ‘hijau’ Rupiah sudah terasa sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Berdasar Indeks Dolar Bloomberg, Rupiah tercatat menguat 95 poin (0,71%) di level Rp 13.300/USD. Tak lama kemudian, Rupiah bergeser 40 poin ke level Rp 13.340/USD (pukul 08.07 WIB). Hingga jeda siang bursa , Rupiah masih konsisten menguat 58 poin di level Rp 13.337 per Dolar AS.

Mayoritas mata uang Tenggara juga tengah bersuka cita. Dari hasil pantauan pada pukul 09.58 WIB, Rupiah menjadi mata uang ASEAN ke-3 yang menguat paling tajam, setelah Ringgit Malaysia (+0,84%) dan Peso (+0,54%). Hanya Dolar Singapura yang tertinggal di lajur merah dengan melemah -0,13%.

Sebelumnya, Rupiah dan sekumpulan mata uang ASEAN sempat melemah ketika pasar menanti pidato Janet Yellen, Gubernur The Fed. Sentimen positif yang dibentuk oleh rilis XI jadi terhambat karenanya.

Hal ini telah disampaikan oleh Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, pagi tadi. Reza mengatakan ekspektasi pasar terhadap keputusan bank sentral AS telah menahan laju Rupiah untuk tetap berada dalam tren pelemahan.

“Kami harapkan nantinya pidato The Fed dapat lebih friendly kepada pasar mengingat belum sepenuhnya membaik kondisi ekonomi AS dan global, sehingga The Fed akan lebih berhati-hati dengan keputusan kenaikan () tersebut,” papar Reza dalam hasil risetnya (30/3).

Beruntungnya, keadaan mulai berbalik setelah Yellen, dalam pidatonya Selasa malam, mengkonfirmasi posisi dovish . Yellen mengimbau agar lebih berhati-hati dalam menyesuaikan kebijakan moneter. Jika tidak, maka perekonomian global akan kembali bergejolak.

Loading...