IHSG Naik, Rupiah malah Terjun

IHSG-2Indeks Gabungan () setidaknya tercatat hampir 0,3% setelah Badan Pusat Statistik mengumumkan data yang membuktikan adanya laju . IHSG tepatnya 0,28% atau sebesar 14,4 poin sehingga ditutup pada 5.164,29 pada hari Senin lalu (1/12).

Indeks membuktikan bahwa sekitar 64 saham mengalami kenaikan yang dipimpin oleh saham industri dan kimia yang naik paling tinggi, yaitu sebanyak 1,82%. Selain itu indeks juga menemukan adanya 54 saham , real estate dan konstruksi bangunan yang naik 1,4%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data makro-ekonomi, menunjukkan inflasi dijemput untuk 6.23 persen tahun-ke-tahun, dari 4,83 persen pada bulan Oktober. BPS juga mengumumkan bahwa pada bulan Oktober tercatat meningkat. Negara mencatat adanya sebesar 20 juta USD, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami defisit perdagangan sebesar 270 Milyar Rupiah pada bulan September.

Namun Surplus perdagangan ini rupanya tidak banyak membantu posisi Rupiah. Nilai tukar Rupiah pada hari ini (3/12) terlihat menjadi Rp 12.264/USD dari semula Rp 12.196/USD. “Data hari ini agak negatif bagi Rupiah,” kata Toru Nishihama, Pakar Ekonom Dai-ichi Life Research Institute untuk negara berkembang , yang diwawancarai di Tokyo pada Senin lalu (1/12). Menurut Nishihama, data BPS menunjukkan bahwa kecepatan impor yang lambat mengindikasikan permintaan domestik yang melamban.

Loading...