Kesepakatan IA-CEPA, Indonesia Perluas Pasar Ekspor di Australia

Kerja sama Pasar Ekspor - www.aljazeera.comKerja sama Pasar Ekspor - www.aljazeera.com

JAKARTA – Indonesia dan resmi meneken kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia- (Indonesia- Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA) pada Senin (10/2) kemarin. IA-CEPA dinilai akan memberikan peluang yang lebih luas bagi dan sektor , tidak hanya dalam perdagangan dan dan investasi, tetapi di seluruh spektrum, termasuk pembangunan kelembagaan.

Dilansir The Straits Times, dalam sebuah editorial, The Jakarta Post menuliskan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengambil langkah strategis untuk secara formal memperluas hubungan ekonomi dengan Australia. Kesepakatan ini, yang ditandatangani juga oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, adalah untuk membangun kerangka kerja yang lebih kuat dan lebih luas bagi kedua negara untuk membuka potensi besar mereka, mendorong kerja sama ekonomi antara , komunitas, dan orang-orang.

Perdagangan antara Indonesia dengan Australia memang belum berkembang secara signifikan selama 70 tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan perdagangan dua arah mereka selama beberapa tahun terakhir rata-rata 10,24 miliar dolar Singapura per tahun. Namun, prospek ekspor yang lebih besar dari Indonesia semakin meningkat, terutama produk-produk manufaktur padat karya seperti pakaian, alas kaki, peralatan listrik dan elektronik, serta komoditas seperti karet, kayu, bubur kertas, dan kertas.

Tidak seperti perjanjian perdagangan bebas (FTA), yang dirancang terutama untuk memperluas ikatan perdagangan melalui pengurangan atau bahkan penghapusan tarif sepenuhnya, IA-CEPA akan memberikan peluang yang lebih luas bagi pemerintah dan sektor swasta, tidak hanya dalam perdagangan barang dan layanan dan investasi, tetapi kerja sama di seluruh spektrum. IA-CEPA berisi seperangkat aturan modern berkualitas tinggi yang mengatur perlakuan layanan dan investasi, serta aturan tentang perdagangan digital.

Kesepakatan ini dibingkai di sekitar lima pilar kerja sama, yakni meningkatkan kemitraan ekonomi dan pembangunan, menghubungkan orang-orang, mengamankan kepentingan bersama di kawasan ini, kerja sama maritim, dan berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran Indo-Pasifik. Kewajiban diimbangi dengan pengamanan yang kuat untuk menjaga hak Indonesia dan Australia untuk mengatur kepentingan umum.

Namun, yang lebih bermanfaat bagi Indonesia adalah peluang yang lebih luas untuk kerja sama di bidang dan pendidikan, termasuk pelatihan keterampilan dan pengembangan kapasitas. Sebagai bagian dari paket keterampilan secara keseluruhan, kedua negara telah sepakat untuk pertukaran keterampilan timbal balik, yang memungkinkan orang dengan kualifikasi keterampilan tingkat tersier dari kedua negara untuk memperoleh pengalaman enam bulan di pasar pihak lain.

Bantuan teknis yang diberikan Australia kepada Indonesia akan menjadi keuntungan besar untuk mempercepat pembangunan kapasitas kelembagaan. Seperti diketahui, kapasitas kelembagaan yang tidak memadai atau buruk telah menjadi salah satu kelemahan Indonesia dalam mengelola hubungan ekonominya dengan negara lain.

Lebih jauh, IA-CEPA telah diratifikasi oleh badan legislatif kedua negara dan karenanya sangat didasarkan pada konsensus politik nasional. Meski demikian, bukan berarti hambatan tidak ada, sehingga kedua pemerintah harus melangkah dengan hati-hati. Seperti yang diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, implementasi perjanjian tersebut semula harus fokus untuk membangun kepercayaan di antara semua pemangku kepentingan, terutama petani dan pengusaha.

“Selesainya ratifikasi antara kedua negara menjadi tanda penguatan hubungan bilateral antara Indonesia-Australia. Dalam 5 tahun ke depan, kedua negara akan menyepakati peta jalan yang jelas, khususnya dalam bidang perdagangan,” tulis Kementerian Perdagangan dalam Instagram resminya. “Sebanyak 6.474 pos tarif atas produk Indonesia akan menjadi 0% saat IA-CEPA diimplementasikan dan tidak ada lagi hambatan perdagangan bagi ekspor Indonesia di pasar Australia.”

Loading...