Jumat Sore, Rupiah Perkasa Jelang HUT RI

Rupiah - Tribunnews.comRupiah - Tribunnews.com

JAKARTA – sukses menjaga posisi di area hijau pada Jumat (16/8) sore menjelang HUT RI, ketika cenderung bergerak variatif di tengah kekhawatiran mengenai tensi dan resesi global. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 34 poin atau 0,23% ke level Rp14.240 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.258 per dolar AS, menguat 38 poin atau 0,26% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.296 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mata uang Asia bergerak variatif terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,37% dialami peso Filipina dan pelemahan terdalam sebesar 0,23% menghampiri baht Thailand.

Dilansir Bloomberg, mata uang Benua Kuning cenderung mixed di tengah menurunnya minat terhadap aset berisiko karena kekhawatiran mengenai tensi perdagangan dan prospek ekonomi global masih belum mereda. Kamis (15/8) kemarin, China berjanji akan membalas rencana pengenaan tarif terbaru oleh AS terhadap barang-barang Negeri Panda senilai 300 miliar dolar AS.

“Mata uang Asia tertekan karena terlalu banyak ketidakpastian di pasar, sehingga mendorong investor menahan diri untuk mengambil risiko,” ujar seorang pedagang mata uang emerging market di Mizuho Bank Tokyo, Masakatsu Fukaya. “Namun, sebagian mata uang memperoleh dukungan setelah angka ritel AS dilaporkan lebih kuat dari perkiraan.”

Penjualan ritel Negeri Paman Sam yang membaik juga menjadi katalis positif untuk dolar AS dalam usahanya untuk bertahan di area hijau pada akhir pekan ini. Dolar AS terpantau menguat tipis 0,004 poin menuju level 98,148 pada pukul 12.59 WIB, melanjutkan kenaikan yang telah dibukukan pada perdagangan sebelumnya.

Data ekonomi AS terbaru menunjukkan bahwa penjualan ritel negara tersebut mengalami lonjakan pada bulan Juli kemarin, sekaligus memberi sedikit kelegaan kepada investor setelah kondisi pasar obligasi AS sempat mengindikasikan tanda-tanda resesi. Menurut Departemen Perdagangan AS, konsumen, yang menyumbang sekitar 70% dari ekonomi setempat, meningkatkan pengeluaran mereka sepanjang bulan kemarin.

Loading...