Hujan Deras Seminggu Penuh, Filipina dilanda ‘Bencana Nasional’

Manila – Hujan deras dan yang terjadi selama seminggu terakhir membuat setempat meningkatkan status tersebut sebagai ‘ Nasional’, Sabtu (19/12).

Menurut laporan dari Lembaga pemantauan bencana lokal dan nasional , jumlah korban tewas yang jatuh akibat cuaca buruk tersebut telah mencapai 41 orang. Petugas Bencana lokal mengatakan, masyarakat miskin di pulau Mindanao kehilangan hasil tani mereka setelah dua sungai meluap dan menggenangi lahan mereka kemarin.

Badai, atau yang disebut ‘Onyok’ oleh masyarakat setempat, berangsur reda di daerah bertekanan rendah setelah puncaknya terjadi pada Jumat lalu (18/12). Sayangnya, badai kemudian berganti dengan guyuran hujan yang semakin parah di wilayah Mindanao dan pulau-pulau di pusat Visayas.

Seperti diketahui, angin muson dingin yang bertiup dari utara ke timur membawa titik-titik air ke pulau Luzon, pusat pertanian Filipina, yang justru lahannya telah terendam banjir akibat serangan angin Topan Melor awal minggu lalu. Padahal, area ini baru saja pulih dari serangan Topan Koppu yang terjadi pada bulan Oktober 2015 silam.

“Hampir seluruh wilayah Filipina diguyur hujan. Kemungkinan akan terjadinya banjir semakin besar,” ujar Robert Badrina, peramal cuaca Filipina. “Kami berharap hujan akan mencapai puncaknya hari ini. (jadi) Cuaca akan mulai membaik besok.” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Filipina Benigno Aquino menugaskan lembaga negara untuk mempercepat upaya pemulihan penyelamatan, bantuan, dan rehabilitasi. Pihak pemerintah juga akan membantu mengendalikan bahan pokok di daerah-daerah yang terkena dampak bencana.

Biro cuaca di Filipina mengeluarkan peringatan terkait curah hujan hingga 30mm/jam di pulau tengah Cebu, Negros dan Bohol. Warga setempat juga diminta waspada dan bersiap untuk kemungkinan evakuasi. Filipina sendiri sudah sangat akrab dengan serangan angin Topan. Tercatat rata-rata ada 20 serangan angin Topan terjadi di negara ini setiap tahunnya. Salah satunya yang terparah adalah Angin Topan Haiyan yang terjadi pada tahun 2013 lalu. Badai ini menyapu perkampungan nelayan di pulau-pulau besar dan menjatuhkan korban jiwa sebanyak 7.350 orang tewas atau hilang. [st/fie]

Loading...