HET Ditetapkan, Harga Beras Sekarung Masih Stabil

Beras Sekarung - www.tabloidimaji.com

Pada pekan lalu, melalui Perdagangan telah menetapkan eceran tertinggi (HET) untuk beras, baik medium maupun premium, yang berlaku mulai 1 September 2017 mendatang. Meski demikian, beras satu karung tampaknya masih stabil dan belum merasakan efek yang berarti.

Di beberapa dan minimarket, satu karung beras dengan bobot 5 kilogram saat ini masih ditawarkan di kisaran harga Rp60 ribuan sampai dengan Rp95 ribuan. Beras YOA 5 kg dengan harga mulai Rp60.750, sedangkan beras Rojolele kemasan yang sama ditawarkan mulai Rp62.800. Adapun beras Setra Ramos kemasan karung 5 kg, dengan harga Rp94.900.

Sementara, untuk beras satu karung dengan bobot 10 kg, merek Guci Mas sekarang dipatok dengan harga sekitar Rp104.500. Merek Kingrice dengan kemasan yang sama dibanderol mulai Rp111.000 per karung, sedangkan beras Cap Topi Koki kemasan 10 kg dijual dengan harga sekitar Rp202.500 per karung, dan beras Setra Ramos kemasan yang sama dipasarkan Rp176.000 per karung.

Untuk beras kemasan karung 20 kg, merek Cap Topi Koki saat ini dipasarkan dengan harga mulai Rp392.500 untuk pandan wangi dan Rp363.000 untuk long grain. Sementara, beras Cap Ikan kemasan 20 kg dijual Rp352.000 per karung, beras Setra Ramos ditawarkan dengan harga mulai Rp345.000 per 20 kg, sedangkan beras Rojolele kemasan 20 kg dijual Rp292.500.

Harga beras kemasan karung dengan berat 25 kg juga masih relatif stabil pasca-keputusan pemerintah mengenai HET. Merek Cap Tiga Layar saat ini dipasarkan Rp240.000, sedangkan merek Tawon dijual Rp250.000, dan merek Cap Eco ditawarkan Rp255.000. Sementara, beras Setra Ramos 25 kg dibanderol Rp275.000 dan beras BPS Limas 25 kg ditetapkan Rp307.500.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah menetapkan HET untuk harga beras yang berkisar Rp9.450 hingga Rp10.250 per kilogram untuk beras kategori medium dan Rp12.800 hingga Rp13.600 per kilogram untuk beras kategori premium. Patokan HET tersebut ditetapkan berdasarkan zonasi untuk mengontrol harga di pasaran.

“Yang terpenting bagi bukan hanya kontrol harga yang dilakukan pemerintah, tetapi juga ketersediaan pasokan yang harus tetap dijaga,” kata Rosmah, salah satu di Pasar Kramat Jati, Jakarta. “Yang penting pasokan aman. Barang ada, harga terjangkau. Kalau harga terjangkau, tetapi barang kosong, kan sama saja.”

Loading...